RSS

Aplikasi Kuisioner Online Tentang Persepsi Costumer Terhadap Layanan Bank BCA

04 Apr

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Di Era globalisasi ini, komputer merupakan suatu media yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Dengan semakin pesatnya teknologi komputer dewasa ini, para pengguna komputer dapat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan hal tersebut, pengguna komputer pun dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi. Begitu pula dengan perkembangan internet di bandingkan dengan beberapa tahun belakang, dimana kalangan tertentu saja yang  dapat menggunakannya. Namun pada era globalisasi seperti saat ini, internet berkembang dengan pesat sehingga menyebar keseluruh dunia.
Seiring dengan berkembangnya teknologi dalam bidang komputer dan programming maka teknologi dalam dunia internet pun ikut berkembang pesat. Kita dapat memperoleh berbagai informasi didalamnya baik informasi dalam negeri maupun informasi luar negeri, kita dapat melihat perkembangan teknologi dengan menggunakan situs-situs yang ada. Situs web ( web site) awalnya merupakan suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep Hyperlink, yang memudahkan surfer. Web cepat  sekali populer di lingkungan pengguna internet, karena memberikan kemudahan pada pengguna internet untuk melakukan penelusuran,penjelajahan, dan pencarian informasi tentang lembaga tersebut. Internet juga dapat digunakan untuk ajang promosi kegiatan-kegiatan yang akan di selanggarakan oleh lembaga yang terkait.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis mencoba membuat aplikasi website yang dapat memberikan kesempatan untuk memberikan penilaian costumer terhadap layanan yang diberikan. Maka penulis akan mencoba untuk meneliti hal tersebut dengan membuat “ Aplikasi Kuisioner Online Tentang Persepsi Costumer Terhadap Layanan Bank BCA”.

1.2 Batasan Masalah
Sesuai dengan latar belakang masalah  agar tidak terlalu luas serta  mengalami penyimpangan dari penulisan ilmiah ini, maka penulis memfokuskan pada bagaimana membangun Aplikasi kuesioner dengan menggunakan bahasa pemprograman PHP dan MySQL, serta menampilkan grafik dari hasil kuesioner.

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah memanfaatkan teknologi internet sebagai media strategis untuk penyampaian informasi. Sehingga dapat memudahkan dan memperlancar penyampaian pendapat dari para costumer. Hasil yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi Bank BCA untuk melakukan evaluasi terhadap kinerjanya dalam menentukan kebijaksanaan dimasa yang akan datang.

1.4 Metode Penelitian
Metodologi  penulisan yang digunakan untuk membangun perangkat lunak sistem informasi adalah metode SDLC (Software Development Life Cycle) menurut Mc.Leod Tahun 2007 yaitu suatu metode yang mengembangkan Software untuk sistem analis.
Fase  Perencanaan, Pada fase ini penulis merencanakan, menentukan dan mendefinisikan latar belakang masalah dan tujuan.
Fase  Analisis  yaitu mencari sumber – sumber pustaka yang akan diperlukan di dalam pelaksanaan penulisan ilmiah ini, seperti persepsi, sikap, jasa. Selain itu, sumber pustaka mengenai penggunaan program yang dipergunakan penulis, yaitu Moodle,PHP, dan MySQL.
Fase  Perancangan (design). Pada tahap ini, penulis melakukan perancangan aplikasi kuisioner online yang akan dipergunakan untuk mendapatkan data – data yang dibutuhkan untuk mengambil suatu kesimpulan.
Fase  Pengujian, penulis melakukan uji coba terhadap rancangan apliksai tersebut kepada sebagian user,agar mendapatkan masukan atau kekurangan dari pengujian awal. Uji coba dilakukan untuk melihat perkembangan akhir dari aplikasi yang dibuat.
Fase implementasi, fase ini mengimplementasikan seluruh rancangan yang telah dibuat dalam fase perancangan yaitu membuat program dengan tampilan menarik.
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh gambaran mengenai pembahasan dan keterhubungan dalam tiap-tiap bab, sistematika dalam penulisan Ilmiah terbagi atas 4 bab.
BAB I  PENDAHULUAN
Berisi latar belakang masalah,batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II  LANDASAN TEORI
Teori  yang melandasi pembuatan atau perancangan program dimana pada bab ini akan di bahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Moodle,PHP, dan MySQL.
BAB III ANALISA PERMASALAHAN
Menjelaskan dan menguraikan tentang sejarah singakat Bank BCA, struktur organisasi pembagian tugas dari masing-masing program pada aplikasi ini.
BAB IV PENUTUP
Memberikan kesimpulan yang merupakan hasil  penelitian dari hasil penelitian  serta saran-saran yang di tunjukan kepada pihak-pihak yang terkait,sehubungan dengan hasil penelitian.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Kuesioner
Kuesioner adalah suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan analisis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden yang dipilih. (Jogiyanto, 2006) Penggunaan kuesioner sering sekali mendapat kritikan karena hasilnya yang meragukan. Namun, kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang paling efisien dipergunakan untuk mengumpulkan data dalam jumlah banyak.
Format pembuatan kuesioner dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1.Format bebas
Kuesioner dengan format bebas berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh responden di tempat yang telah disediakan.
2.Format Pasti
Kuesioner dengan format pasti berisi pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah pasti. Responden hanya memilih salah satu jawaban yang sudah disediakan. Kuesioner ini dapat dibedakan ke dalam beberapa tipe, yakni check-off question, yes/no question, dan opinion/choice question.
Untuk membuat suatu kuesioner yang baik, maka kuesioner tersebut harus dirancang terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang harus dipehatikan untuk membuat kuesioner yang baik, yaitu:
Merencanakan fakta-fakta atau opini-opini apa saja yang ingin dikumpulkan.
Menentukan tipe kuesioner yang palin tepat untuk masing-masing fakta dan opini yang dikumpulkan.
menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan di ajukan dengan jelas, sederhana dan tidak mengandung kesalahan.
menguji kuesioner kepada responden yang lebih kecil terlebih dahulu (2 atau 3 responden). Jika responden-responden mengalami kesulitan, maka  kuesioner harus di perbaiki.
Memperbanyak dan mendistribusikan kuesioner yang sudah di anggap baik.
2.2 Persepsi
2.2.1 Defenisi Persepsi
Persepsi didefenisikan sebagai proses yang dilakukan individu untuk memilih, mengatur, dan menafsirkan stimuli ke dalam gambar yang berarti dan masuk akal mengenai dunia. Proses ini dapat dijelaskan sebagai ―bagaimana kita melihat dunia yang terdapat di sekeliling kita.( Schiffman dan Kanuk : 2000: 136 )
Menurut J. Setiadi (2003:160) , persepsi adalah proses bagaimana stimuli – stimuli ( rangsangan – rangsangan ) itu diseleksi, diorganisasikan, dan di interpretasikan.
Kotler dan Keller (2007:228) mengatakan persepsi adalah proses yang digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasikan masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti.
Seseorang yang mendapat suatu stimulus atau rangsangan akan siap untuk melakukan sesuatu. Bagaimana orang tersebut melakukannya dipengaruhi oleh persepsi orang tersebut terhadap sesuatu. Dua orang yang mendapat rangsangan yang sama dalam situasi yang obyektif mungkin bertindak lain kerena mereka memandang situasi dengan cara yang berbeda. Hampir semua kejadian di dunia ini penuh dengan rangsangan, suatu rangsangan adalah sebuah input yang merangsang satu atau lebih dari lima panca indera : penglihatan, penciuman, rasa, sentuhan, dan pendengaran.
2.2.2 Faktor yang mempengaruhi Persepsi
Ada beberapa hal yang berpengaruh dalam proses persepsi bagi seseorang Menurut Walgito(2002:47) faktor- faktor yang mempengaruhi persepsi adalah:
1. Faktor Internal (Fisiologis dan Psikologis)
Fisiologis merupakan proses penginderaan yang terdiri dati reseptor, syaraf sensoris dan motoris. Sedangkan psikologis berupa perasaan, kemampuan berpikir, kerangka acuan, pengalaman, dan motivasi.
2. Faktor Eksternal
Adanya stimulus dan keadaan baik dari luar maupun dari dalam individu yang akan melatarbelakangi terjadinya persepsi.
3. Perhatian
Perhatian merupakan pemusatan dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek.
Suprihanto,dkk (2003:34) juga mengemukakan 3 faktor yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang, yaitu:
1. Subjek
Persepsi seseorang sangat dipengaruhi oleh karakteristik dari orang tersebut, seperti sikap, motivasi, minat, pengalaman dan pengharapan.
2. Objek/ Target
Karakteristik objek yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang adalah gerakan, suara, bentuk, warna, ukuran dan penampilan.
3. Konteks/Situasi
Persepsi seseorang juga akan dipengaruhi oleh situasi yang sedang terjadi. Perbedaan situasi dapat ditunjukkan oleh perbedaan waktu, work-setting dan social-setting.
Banyak hal yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang. Namun, secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu faktor internal dan eksternal.
2.2.3  Aspek-Aspek Persepsi
Menurut Berlyne dalam Sarwono (1983:94), ada empat aspek dalam persepsi yang membedakannya dengan proses berpikir, yaitu:
Hal-hal yang diamati dari sebuah rangsang bervariasi tergantung pola dari keseluruhan dimana rangsang tersebut menjadi bagiannya.
Persepsi bervariasi pada setiap orang.
Persepsi bervariasi tergantung dari arah (fokus) alat indera.
Persepsi cenderung berkembang ke arah tertentu dan sekali terbentuk kecenderungan itu biasanya akan menetap.
2.2.4 Proses Terjadinya Persepsi
Persepsi tidak hanya tergantung pada sifat – sifat rangsangan fisik tetapi juga pada hubungan antara rangsangan dengan lingkungan dan individu. Seseorang dapat memiliki persepsi yang berbeda atas objek yang sama karena tiga proses persepsi : perhatian yang selektif, distorsi selektif, dan ingatan selektif.
Perhatian selektif adalah kecenderungan bagi manusia untuk menyaring sebagian besar informasi yang mereka hadapi, berarti bahwa pemasar harus bekerja cukup keras untuk menarik perhatian konsumen. Tantangan yang sesungguhnya adalah menjelaskan rangsangan mana yang akan diperhatikan orang.
Distorsi selektif adalah kecenderungan menafsirkan informasi sehingga sesuai dengan pra-konsepsi kita. Konsumen akan sering memelintir informasi sehingga menjadi konsisten dengan keyakinan awal mereka atas merek dan produk.
Ingatan selektif; Orang akan melupakan banyak hal yang mereka pelajari, tapi cenderung mengingat informasi yang mendukung pandangan dan keyakinan mereka.
2.3 Pengertian Sikap
Sikap disebut juga sebagai konsep yang paling khusus dan sangat dibutuhkan dalam psikologis sosial kontemporer. Definisi awal sikap dikemukakan oleh Thurstone pada tahun 1993, dia melihat sikap sebagai salah satu konsep yang cukup sederhana yaitu jumlah pengaruh yang dimiliki seseorang atas atau menentang suatu objek.
Beberapa tahun kemudian Gordon Allport mengajukan definisi yang lebih luas : Sikap adalah suatu mental dan syaraf sehubungan dengan kesiapan untuk menaggapi, organisasi melalui pengalaman dan memiliki pengaruh yang mengarahkan dan atau dinamis terhadap perilaku. Definisi yang dikemukan oleh Gordon Allport tersebut mengandung makna bahwa sikap adalah mempelajari kecenderungan memberikan tanggapan terhadap suatu objek baik disenangi ataupun tidak disenangi secara konsisten.
Salah saru model sikap adalah model tiga komponen yang terdiri dari tiga komponen utama , yaitu: komponen kognitif (cognitive) , komponen afektif (affective), dan komponen – komponen yang berhubungan perilaku ( behavioral components).
2.4 Jasa
2.4.1 Defenisi Jasa
Definisi tentang jasa yang dikemukakan oleh para pakar sangat beragam, namun hampir semuanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pelanggan. Menurut D.A. Collier, service is any primary or complementary activity that does not directly produce physical product that is, the nongood parts of transaction between buyer (customer) and seller (producer).
Definisi jasa menurut Philip Kotler (1994:464) adalah tindakan atau kinerja yang ditawarkan suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak dapat dilihat dan tidak menghasilkan hak milik terhadap sesuatu. Produksinya dapat berkenan dengan suatu produk fisik ataupun tidak.  Sedangkan Freddy Rangkuti (2002 : 26) mendefinisikan jasa sebagai berikut: Jasa merupakan pembelian suatu kineja atau tindakan tak kasat mata dari satu pihak kepada pihak lain”.
John A. Fitzsimmon (1982) menyatakan bahwa jasa adalah suatu paket terintegrasi (service package) yang terdiri dari jasa eksplisit dan implisit yang diberikan dalam atau dengan fasilitas pendukung dan menggunakan barang-barang pembantu. Ini berarti jasa terdiri dari empat elemen yang dialami semua pelanggan dan hal ini membentuk dasar persepsinya atas jasa yang diterimanya dari penyedia jasa.
Konsep tersebut memandang jasa sebagai sebuah sistem dimana kualitas suatu jasa merupakan performasi dari penyedia jasa dalam setiap elemen penyusun paket jasa tersebut. Jika performansi salah satu elemen buruk, maka secara keseluruhan kualitas jasa tersebut akan buruk. Elemen-elemen dari paket jasa ini terdiri dari :
Fasilitas pendukung (supporting facility), yaitu sumber-sumber fisik yang harus tersedia sebelum jasa ditawarkan.
Barang-barang pembantu (facilitating goods), yaitu barang-barang yang dibeli atau dikonsumsi oleh pembeli atau item yang disediakan oleh konsumen.
Jasa eksplisit (explicit services), yaitu keuntungan atau nilai tambah yang dapat dirasakan langsung oleh konsumen dan terdiri dari nilai intrinsik dan esensial dari jasa.
Jasa implisit (implicit services), yaitu keuntungan atau nilai tambah psikologis yang dirasakan konsumen secara samar-samar (tidak langsung) dalam menerima jasa yang ditawarkan
2.4.2 Karakteristik Jasa
Menurut Philip Kohler karakteristik jasa dapat diuraikan sebagai berikut:
Tidak berwujud (Intangible)
Suatu jasa mempunyai sifat tidak berwujud, sehingga seseorang tidak dapat melihat,mencium, meraba, mendengar dan merasakan hasilnya sebelum membelinya. Untuk mengurangi krtidakpastian, orang tersebut akan mencari informasi tentang jasa tersebut, seperti lokasi, penyalur jasa, para penyedia dan alat komunikasi yang digunakan.
Tidak dapat dipisahkan (Inseparibility)
Jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, yaitu perusahaan atau orang yang menghasilkannya. Pada umumnya, jasa yang dihasilkan dan dirasakan pada waktu bersamaan. Jika jasa tersebut dikehendaki oleh seseorang untuk diserahkan kepada pihak lainnya, maka orang tersebut akan tetap menjadi bagian dari jasa tersebut.
Bervariasi ( Variability)
Jasa sering sekali mengalami perubahan, tergantung dari siapa penyedia jasa, penerima jasa dan kondisi di mana jasa tersebut diberikan.
Tidak tahan lama (Perishability)
Daya tahan suatu jasa tergantung suatu situasi yang diciptakan oleh berbagai faktor. Misalnya, jika permintaan berfluktuasi, maka perusahaan akan menghadapi masalah yang sulit dalam melakukan persiapan pelayannya.
2.4.3 Kualitas Pelayanan
Kualitas adalah sebuah kata yang bagi penyedia jasa merupakan sesuatu yang harus dikerjakan dengan baik. Jasa dapat dibagi beberapa macam menurut Philip Kotler (1994: 465), yaitu:
Barang berwujud murni. Tidak ada jasa yang menyertai produk tersebut.
Barang berwujud yang disertai jasa.
Campuran. Terdiri dari barang dan jasa dengan proporsi yang berbeda.
Jasa utama yang disertai barang dan jasa tambahan. Terdiri dari jasa utama dengan jasa tambahan dan/atau barang pelengkap.
2.4.4 Mengelola Kualitas Jasa
Parasuraman, Zeithaml dan Berry (1991:240) membentuk model kualitas jasa yang menyoroti syarat – syarat utama untuk memberikan kualitas jasa yang diharapkan. Ada lima kesenjangan yang mengakibatkan kegagalan penyampaian jasa, yaitu:
Kesenjangan antara harapan konsumen dan persepsi manajemen. Manajemen tidak selalu memahami benar apa yang menjadi keinginan komsumennya.
Kesenjangan antara persepsi manajemen dan spesifikasi kualitas jasa. Manajemen mungkin benar dalam memahami keinginan pelanggan tetapi tidak menetapkan standar pelaksanaan yang spesifik.
Kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa. Para personel mungkin tidak terlatih baik dan tidak mampu memenuhi standar.
Kesenjangan antara penyampaian jasa dan komunikasi eksternal. Harapan konsumen dipengaruhi oleh pernyataan yang dibuat wakil – wakil dan iklan perusahaan.
Kesenjangan antara jasa yang dialami dan jasa yang diharapkan. Hal ini terjadi jika konsumen mengukur kinerja perusahaan dengan cara yang berbeda dan memiliki persepsi yang keliru mengenai kualitas jasa.
Determinan kualitas jasa dapat dibedakan menjadi lima jenis. Kelima kualitas tersebut akan dirincikan sebagai berikut (Philip Kothler 1994: 561):
Keandalan (reliability). Kemampuan untuk melaksanakan jasa yang dijanjikan dengan tepat dan terpercaya.
Keresponsifan (responsiveness). Kemauan untuk membantu konsumen dan memberikan jasa dan cepat atau ketanggapan.
Keyakinan (confidence). Pengetahuan dan kesopanan karyawan serta kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan atau assurance.
Empati (emphaty). Syarat untuk peduli, memberi perhatian pribadi bagi konsumen.
Berwujud (tangible). Penampilan fasilitas fisik, peralatan, personel dan media komunikasi.
2.4.5 Pengertian Kepuasan
Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja/hasil yang dirasakannya dengan harapannya (Oliver, 1980). Sedangkan menurut Philip Kotler (2002: 42) kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-harapannya. 15
Jadi, tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan. Apabila kinerja di bawah harapan, maka pelanggan akan kecewa. Bila kinerja sesuai dengan harapan, pelanggan akan puas. Sedangkan bila kinerja melebihi harapan, pelanggan akan sangat puas. Harapan pelanggan dapat dibentuk oleh pengalaman masa lampau, komentar dari kerabatnya serta janji dan informasi pemasardan saingannya. Pelanggan yang puas akan setia lebih lama, kurang sensitive terhadap harga dan memberi komentar yang baik tentang perusahaan.
2.5 Moodle
Moodle (modular Object-Oriented Dynamic Learning Evironment) sebuah paket software atau program aplikasi pembelajaran dinamis dengan menggunakan model berorientasi objek . moodle merupakan sebuah aplikasi Course Management System (CMS) yang gratis dapat di download, digunakan ataupun dimodifikasikan oleh siapa saja dengan lisensi secara GNU (General Public License) dan dapat di download pada alamat http://www.moodle.org yang di kembangkan oleh Martin Dougiamas.

2.5.1 Keunggulan Moodle
Dalam membangun sebuah aplikasi kuesioner, software moodle memiliki beberapa keunggulan, di antaranya :
Sederhana, efisien,ringan dan kompatibel dengan banyak browser.
Mudah cara instalnya, paket bahasa disediakan penuh untuk berbagai bahasa. Bahasa yang tersedia dapat di edit dengan menggunakan editor yang telah tersedia. Lebih dari 45 bahasa tersedia, termasuk bahasa indonesia.
Banyak program yang bisa mendukung PHP dan hanya membutuhkan satu database.
Mempunyai keamanan yang kokoh.
Modul chat, modul untuk kuesioner, modul untuk pemilihan (polling), modul forum, modul untuk jurnal, modul untuk kuis, modul untuk survey dan workshop, dan masih banyak lainnya.
Free dan open source software. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dengan IGOS-nya, Moodle bersifat free dan open source. Oleh karena itu, Moodle bisa dimodifikasi dan di sesuaikan dengan kultur yang ada di indonesia.
2.6 PHP
2.6.1 Konsep PHP
PHP dikenal sebagai sebuah bahasa scripting yang menyatu dengan tag-tag HTML, dieksekusi di server, dan digunakan untuk membuat halaman Web yang dinamis seperti halnya Active Server Pages (ASP) atau Java Server Pages (JSP). Php merupakan script untuk script pemrograman web server-side. Dengan menggunakan Php maka maintenance dari suatu situs web menjadi lebih mudah. Proses update data dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi yang dibuat dengan menggunakan script PHP.
FI merupakan nama awal dari PHP. PHP-Personal Home Page, FI adalah Form Interface. Dibuat pertama kali oleh Rasmus Lerdoff. Php awalnya merupakan program CGI yang dikhususkan untuk menerima input melalui form yang ditampilkan dalam browser web. PHP secara resmi merupakan kependekkan dari PHP:Hypertext Preprocessor, merupakan bahasa script server-side yang disisipkan pada HTML(embedded script).
Konsep PHP sangat sederhana, bahkan lebih sederhana dari CGI. Sehingga dalam membuat dokumen PHP, cukup membuat sebuah HTML biasa, hanya saja ditambahkan dengan kode-kode program yang diapit dalam tanda <?….?>. Tipe data dasar pada PHP antara lain: Integer (bilangan bulat), Bilangan floating point, Boolean, Null, String, Array, Object, Resource.
2.6.2  Struktur Program PHP
Kode program PHP menyatu dengan tag-tag HTML di dalam satu file. File yang berisi tag HTML dan kode PHP ini akan diberikan ekstensi php atau ekstensi lainnya yang sudah ditetapkan pada Apache atau Web Server. Berdasarkan ekstensi ini, pada saat file diakses, server akan tahu bahwa file ini mengandung kode PHP. Server akan menerjemahkan kode ini dan akan output dalam bentuk tag HTML yang akan dikirim ke browser client yang mengakses file tersebut. Berikut ini contoh sederhana struktur program Php :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Pemrograman Php</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<CENTER>
<?
echo ―Selamat Menggunakan Php ―;
?>
</CENTER>
</BODY>
</HTML>
2.6.3 Keuntungan PHP
Beberapa keuntungan dari PHP adalah
Life Cycle yang singkat, sehingga Php selalu up to date mengikuti perkembangan teknologi internet.
Cross Platform, Php dapat dipakai di hampir semua web server yang ada di pasaran (Apache, AOLServer, Microsoft IIS, dan lain-lain) yang dijalankan pada berbagai operasi (Windows, LinuxUnix, Solaris, FreeBSD).
Php mendukung banyak paket database baik yang komersil maupun yang nonkomersil, seperti postgreSQL,mSQL,MySQL,Oracle,Informix, Microsoft SQL Server dan lain-lain.
2.7  MySQL
SQL – Structured Query Language. Bahasa pemrograman yang dirancang khusus untuk mengirimkan suatu perintah query (pengaksesan data berdasarkan pengalamatan tertentu) terhadap sebuah database. Kebanyakan software database yang ada saat ini dapat diakses melalui SQL. Setiap aplikasi yang spesifik dapat mengimplementasikan SQL secara sedikit berbeda, tapi seluruh database SQL mendukung subset standar yang ada. MySQL merupakan perangkat lunak untuk database server yang cukup terkenal. Kepopulerannya seiring dengan penggunaan script PHP untuk web programming pada server side.
2.7.1 Perintah MySQL
Dalam MySQL ada dua jenis perintah atau statement, yaitu statement MySQL dan statement SQL. Statement – statement yang terdapat di dalam MySQL, antara lain :
Use (nm_database) : Perintah yang digunakan untuk mendefinisikan nama database yang akan digunakan.
Show (statement) : Jika diikuti dengan kata databases, maka perintah ini akan menampilkan nama – nama database yang terdapat pada MySQL. Akan tetapi, jika diikuti dengan kata tables, maka perintah tersebut akan menampilkan table – tabel yang terdapat pada database yang dipilih dengan menggunakan perintah use nm_database.
Describe nm_tabel : Perintah yang digunakan untuk mendeskripsikan field-field dari suatu tabel beserta tipe datanya.
Exit : Perintah yang digunakan untuk keluar dari MySQL.
Pada SQL, statement SQL dapat di bagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
1. DDL ( Data Definition Language)
DDL adalah bagian dari SQL yang digunakan untuk mendefinisikan data dan objek pada suatu database, berikut ini adalah statement – statement DDL yang digunakan pada visualisasi ini :
Create database : Digunakan untuk membuat database baru.
Bentuk umumnya : CREATE DATABASE nm_database
Drop database : Digunakan untuk menghapus database .
Bentuk umumnya : DROP DATABASE nm_database
Create table : Digunakan untuk membuat tabel baru.
Bentuk umumnya adalah : CREATE TABEL nm_tabel.
Alter table: Digunakan untuk merubah atribut pada suatu tabel.
Bentuk umumnya adalah:
ALTER TABLE tbname
MODIFY (nm_kolom tipe_kolom)
ADD(nm_kolom tipe_kolom[[before,nm_kolom]])
DROP (nm_kolom tipe_kolom)
2. DML ( Data Manipulation Language)
DML adalah bagian dari SQL yang digunakan untuk manipulasi data, berisi kalimat-kalimat yang digunakan untuk query dan perubahan yang dilakukan pada suatu tabel, statement DDL yang digunakan pada visualisasi ini terdiri dari :
Select : Digunakan untuk memilih data yang akan ditampilkan berdasarkan field-field pada suatu tabel. Bentuk umumnya adalah :
SELECT[DISTINCT]nama_kolom
FROM nama_table
[WHERE kondisi]
[GROUP BY nama_kolom]
[HAVING kondisi]
[ORDER BY nama_kolom[ASC/DESC]]
Keterangan dari bentuk umum tersebut adalah :
– Distinct : digunakan untuk menghilangkan duplikasi datanya.
– Where : menentukan syarat data yang dipilih
– Group by : mengelompokkan data yang memiliki nilai sama.
– Having : syarat data yang dikelompokkan berdasarkan group by.
– Order By : mengurutkan data berdasarkan pilihan, jika ASC maka diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar dan jika DESC diurutkan dari yang terbesar hingga yang terkecil.
Insert : Digunakan untuk memasukkan data baru pada suatu tabel, bentuk umumnya adalah :
INSERT INTO nama_tabel[(nm_kolom1,…)]
VALUES(data1,…)
Update : Digunakan untuk memperbaharui data pada suatu tabel, bentuk umumnya adalah :
UPDATE nama_tabel
SET nama_kolom = ekspresi
WHERE kondisi;
Delete : Digunakan untuk menghapus data dari suatu tabel, bentuk umumnya adalah :
DELETE FROM nama_table
WHERE kondisi;
3. DCL (Data Control Languange)
DCL adalah bagian dari SQL yang digunakan untuk mengotrol hak para pemakai data. Berikut ini adalah statement – statement DCL yang digunakan pada visualisasi ini :
Grant : Digunakan untuk memberikan izin akses kepada user, bentuk umumnya adalah: GRANT privileges ON nama_table TO user
Revoke : Digunakan untuk mencabut izin akses kepada user, bentuk umunya adalah:
REVOKEprivileges ON nama_table FROM user
2.7.2  Koneksi ke Database
PHP telah menyediakan fasilitas koneksi untuk hampir semua program database populer. Dalam hal ini digunakan MySQL sebagai koneksi terhadap database yang dibangun dalam situs ini. Karena MySQL merupakan salah satu program database nonkomersial yang cukup handal. Di samping itu, MySQL merupakan sebuah server yang banyak digunakan di internet karena kehandalannya.
Secara umum akses ke database dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu ;
Koneksi ke database (persiapan).
Koneksi ke database dilakukan menggunakan fungsi-fungsi , seperti ; mysql_connect(), mysql_pconnect(), mysql_select_db().
Query  atau permintaan data ( operasi).

.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 4, 2011 in categorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: