RSS

KONFLIK EKSTERNAL PERUSAHAAN DENGAN PERUSAHAAN LAIN

30 Nov

Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi antara perusahaan dengan perusahaan atau organisasi lain. Dalam hal ini misalnya sebuah perusahaan A yang memproduksi produk tertentu mampu menguasai pasar dengan jangkauan yang sangat luas sedangkan perusahaan B yang memproduksi produk yang sama sulit sekali bersaing sehingga produk yang dihasilkan oleh perusahaan B banyak yang tidak laku dijual. Sehingga manajer perusahaan B memutuskan untuk memata-matai perusahaan A yang sukses dalam melakukan pemasaran produknya atau biasa dikenal dengan istilah spionase. Perusahaan B mengirim mata-mata untuk mencari informasi rahasia dari perusahaan A. Ternyata spionase yang dilakukan oleh perusahaan B membuahkan hasil dan ide dan informasi-informasi oleh intelijen perusahaan B langsung dipraktekkan pada produknya dan ternyata sukses menguasai pasar. Direktur Perusahaan A yang merasa informasi pentingnya dicuri ini merasa dirugikan dan mengambil keputusan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib karena perusahaan B telah mencuri ide-ide yang dimiliki perusahaan A sehingga perusahaan A melaporkan perusahaan B tersebut ke polisi dan ingin membawanya ke meja hijau. Setelah diselidiki ternyata didapatkan fakta bahwa perusahaan B terbukti bersalah dan dijatuhkan denda oleh pengadilan.

Lalu perusahaan A menuntut ganti rugi terhadap perusahaan B. Namun, karena tuntutan yang diminta oleh perusahaan A begitu besar dan perusahaan B tidak dapat mengganti kerugian yang diderita oleh perusahaan A maka perusahaan A berinisiatif untuk menarik tuntutannya terhadap perusahaan B dan sebagai solusi dari permasalahan tersebut maka perusahaan A mengajukan kerjasama dengan perusahaan B yaitu dengan membentuk kartel agar tidak timbul persaingan tidak sehat antara kedua perusahaan tersebut. Dan dengan dibentuknya kartel diantara kedua perusahaan tersebut maka masalah yang terjadi dapat terselesaikan dengan baik. Dari peristiwa diatas terlihat bahwa manajer perusahaan B salah dalam mengambil keputusan dengan memata-matai perusahaan A dan tindakan tersebut malah berdampak buruk bagi perusahaan B itu sendiri.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 30, 2009 in categorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: