RSS

SISTEM FILE GNU/LINUX

28 Okt

Memahami File GNU/Linux

Pada sebuah komputer, seluruh informasi yang tersimpan di dalam media

penyimpanan seperti hardisk, disket, flash drive, dll adalah sebuah file. Pada

GNU/Linux, seluruh program, dokumen, konfigurasi sistem-seluruhnya

tersimpan di dalam file-file, sehingga di dalam hardisk anda dapat tersimpan

ratusan atau bahkan ribuan file. Semuanya terorganisasi dalam sebuah sistem

file (filesystem) GNU/Linux. Sistem file GNU/Linux berbeda dengan sistem file

yang digunakan oleh sistem operasi lain seperti MS Windows atau Macintosh.

Seluruh perangkat hard drive anda dipandang sebagai sebuah file. GNU/Linux

menggunakan 3 tipe utama dari objek sebagai media penyimpanan informasi,

yaitu:

Files: File-file yang menjalankan program disebut dengan file executable atau

file biner. File biner biasanya diletakkan pada direktori /bin (singkatan dari

binary), atau di direktori /sbin (singkatan dari system binaries).

Links: Penunjuk ke file lain.

Directories: Kumpulan file, links dan direktori lain.

Memahami Nama File yang Digunakan GNU/Linux

Penamaan file, links, dan direktori GNU/Linux mengikuti aturan berikut:

1. Tidak boleh lebih dari 256 karakter, dan nama path/direktori tidak boleh lebih

dari 4096.

2. Case sensitive, GNU/Linux membedakan karakter huruf besar dan kecil.

Misalkan: `askari` akan berbeda dengan `ASKARI`.

3. Dapat menggunakan huruf maupun angka. Namun, untuk menghindari

kesalahan penulisan sebaiknya tidak menggunakan karakter ‘#’ karena kalimat

setelah karakter tersebut akan dianggap sebagai komentar.

  1. Menggunakan slash forward (/) untuk identifikasi sebuah direktori.

Memahami Ekstensi File GNU/Linux

GNU/Linux dapat membaca ekstensi file dari sistem operasi lain seperti *.jpg

untuk file gambar, *.html untuk file web, *.doc untuk word processor Microsoft

Windows, dll. Ekstensi File yang digunakan debian GNU/Linux:

. bz2 File kompresi dengan menggunakan kompresi bzip2.

. gz File kompresi dengan menggunakan kompresi gzip.

. c File yang ditulis dalam bahasa C.

. conf File konfigurasi GNU/Linux.

. deb Paket instalasi debian GNU/Linux.

. lock File yang terkunci demi untuk menghindari pemakaian oleh file lain.

. so Objek share (pustaka atau modul).

. src File source code. Yang ditulis dalam plain text, file tersebut harus

dikompilasi terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

. tar File yang berisi bundelan/kumpulan file lain yang dijadikan satu.

. tar.gz File bundelan yang terkompresi dalam format .gz.

Pada GNU/Linux, terdapat beberapa tipe file seperti executable file, system data

file, dan user data file. Beberapa perbedaan yang ada antara lain:

Executable file: file-file ini berisi instruksi program untuk dijalankan oleh

sistem. Program dan script merupakan executable file.

system data file: file-file ini berisi informasi yang digunakan oleh program atau

script. Biasanya digunakan oleh administrator dan para programmer untuk

menjalankan program secara berlainan.

user data file: file-file ini berisi teks dan data yang dibuat oleh user.

Secara default GNU/Linux dapat mengenali secara otomatis seluruh tipe file

sehingga anda tidak perlu lagi bersusah payah dengan tipe filenya.

Hidden File

Beberapa file yang ada pada GNU/Linux terkadang tidak tampak atau tidak

dapat diakses oleh user lain. Sebagai contoh, terdapat banyak file konfigurasi

sistem yang hanya dapat diakses oleh root dan biasanya oleh sistem dibuat

tersembunyi (hidden), sehingga tidak dapat dilihat/diakses oleh user lain.

Namun, sebagai user biasa pun anda dapat membuat file tersembunyi. File

tersembunyi pada GNU/Linux biasanya diawali dengan karakter titik (.). Anda

dapat melihat beberapa file tersembunyi yang ada pada direktori home.

kari@debian:~$ ls -al

total 572

-rw-r–r– 1 kari kari 1290 Mar 12 11:42 .bashrc

drwx—— 3 kari kari 1024 Mar 12 14:15 .config

-rw-r–r– 1 kari kari 6 Mar 13 11:10 .data

Untuk membuat sebuah hidden file dapat menggunakan perintah berikut:

kari@debian:~$ cat > .datarahasiaku

Catatan:

Pembuatan hidden file selalu diawali dengan karakter titik (.)

Pemilik, Hak Akses, dan Group

GNU/Linux merupakan salah satu sistem operasi yang cukup aman (secure).

Seorang user dapat memproteksi file-filenya dan dapat menentukan user mana

saja yang dapat mengakses, membaca, dan merubah file tersebut. Saat sebuah

file dibuat dan disimpan oleh user, maka secara otomatis kepemilikannya

(owner) adalah user yang bersangkutan. Terdapat tiga macam hak akses dari

sebuah file, yaitu:

Read: mengizinkan user lain untuk membaca isi dari file tersebut tetapi user lain

tidak dapat melakukan perubahan isi file.

Write: mengizinkan kepada user lain untuk dapat membaca dan melakukan

perubahan terhadap isi file, termasuk menghapusnya.

Execute: mengizinkan user lain dapat mengeksekusi/menjalankan file (biasanya

berupa script atau program).

Pemberian hak akses kepada user dapat dilakukan secara individu (one by one)

oleh pemilik file. Pemberian hak akses kepada user lain seperti di atas masih

dapat dilakukan jika jumlah user masih terjangkau. Namun bagaimana halnya

jika jumlah user telah mencapai ratusan atau bahkan ribuan dalam sebuah

perusahaan. Sungguh bukan sebuah ide yang baik jika harus diberikan hak akses

satu per satu kepada user yang jumlahnya ribuan tadi. Masalah tersebut ternyata

telah terpikirkan oleh developer GNU/Linux dengan menciptakan manajemen

group yang di dalamnya dapat mencakup banyak user.

Selain hak akses yang dimiliki oleh sebuah file, sistem file GNU/linux juga

mengenal tiga buah mode akses terhadap direktori atau file. Adapun ketiga

mode akses tersebut, yaitu:

Owner : hak akses user pemilik direktori atau file.

Group : hak akses group tempat user tersebut berada.

Other : hak akses setiap user selain pemilik direktori atau file

Berikut rincian penjelasan mode akses dan hak akses terhadap sebuah file atau

direktori GNU/Linux.

Direktori Debian GNU/Linux

Struktur debian GNU/Linux dan varian GNU/Linux lain berdasarkan pada

sistem operasi UNIX. Keuntungan dari sistem direktori ini adalah anda dapat

memposisikan sebuah partisi sebagai sebuah file pada sistem. Berikut ini

struktur direktori/file debian GNU/Linux:

/ Direktori root. Berisi seluruh file dan direktori lain.

/bin File biner atau file executable yang dapat digunakan baik user biasa

ataupun user root.

/boot File-file yang dibutuhkan sistem saat booting, termasuk kernel.

/cdrom Mounting point untuk cdrom. Jika sistem memilki 2 buah cdrom drive

maka akan dikenali sebagai /cdrom2.

/floppy Mounting point untuk floppy drive. Jika sistem memiliki 2 buah

floppy drive maka akan dikenali sebagai /floppy2.

/dev Mendefinisikan perangkat keras hardisk, partisi, dan perangkat keras

lainnya. Direktori /dev juga berisi tool makedev untuk membuat device

baru.

/etc File konfigurasi sistem debian GNU/Linux seperti /etc/X11 untuk

konfigurasi X Window.

/home Direktori home untuk user biasa. Sedangkan direktori home untuk user

root adalah /root.

/initrd File-file untuk RAM Disk GNU/Linux.

/lib Pustaka program yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem dan

perintah dasar.

/lost+found File-file recovery

/mnt Sebuah folder tempat mount point device.

/proc Proses dan informasi sistem.

/root Direktori home user root.

/sbin File-file executable yang dibutuhkan untuk boot sistem serta programprogram

maintenance seperti lilo, ifconfig, mkfs, dll dan hanya dapat

dieksekusi oleh user root.

/usr Merupakan direktori tempat aplikasi disimpan oleh GNU/linux, saat

anda menginstal sebuah program di debian GNU/linux maka akan

secara otomatis disimpan di direktori tersebut.

/var File data yang berisi tentang perubahan-perubahan yang dilakukan

seperti cache, spool, log file, dan file mailbox user.

/var/lock File lock untuk menjaga user lain menggunakan file tersebut.

/var/log Berisi log dari sebuah program

/tmp Direktori ini digunakan untuk penyimpanan sementara

Direktori-direktori di atas adalah direktori induk yang dibawahnya masih

terdapat sub direktori, antara lain:

/usr/X11R6 Berisi file-file yang dibutuhkan oleh sistem X Window.

/usr/bin Berisi file-file biner/program yang dapat digunakan oleh seluruh user.

/usr/doc Berisi dokumentasi yang dapat diakses oleh seluruh user.

/usr/games Berisi program game yang dapat diakses oleh seluruh user.

/usr/lib Berisi file biner untuk bahasa pemrograman yang dapat diakses oleh

seluruh user.

/usr/local Berisi program yang ditulis oleh user pada komputer lokal.

/usr/src Berisi source code untuk sistem operasi GNU/Linux seperti kernel

Linux, dll.



 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 28, 2009 in categorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: