RSS

Perbedaan antara Cyber Law, Computer Crime Law & Councile of Europe Convention on Cybercrime

           Cyber law, Computer crime act (Malaysia), Council of Europe Convention on Cyber crime memiliki pendefinisian sendiri-sendiri dan didalam penulisan ini, saya akan mengupas secara singkat definisi tersebut agar dapat mempermudah pembaca dalam mengartikannya.

Cyber law
            Cyber law merupakan sebuah istilah yang berhubungan dengan masalah hukum terkait penggunaan aspek komunikatif, transaksional, dan distributif, dari teknologi serta perangkat informasi yang terhubung ke dalam sebuah jaringan. Didalam karyanya yang berjudul Code and Other Laws of Cyberspace, Lawrence Lessig mendeskripsikan empat mode utama regulasi internet, yaitu:
Law (Hukum) East Coast Code (Kode Pantai Timur) standar, dimana kegiatan di internet sudah merupakan subjek dari hukum konvensional. Hal-hal seperti perjudian secara online dengan cara yang sama seperti halnya secara offline.

Architecture (Arsitektur)
            West Coast Code (Kode Pantai Barat), dimana mekanisme ini memperhatikan parameter dari bisa atau tidaknya informasi dikirimkan lewat internet. Semua hal mulai dari aplikasi penyaring internet (seperti aplikasi pencari kata kunci) ke program enkripsi, sampai ke arsitektur dasar dari protokol TCP/IP, termasuk dalam kategori regulasi ini.

  • Norms (Norma)

          Norma merupakan suatu aturan, di dalam setiap kegiatan akan diatur secara tak terlihat lewat aturan yang terdapat di dalam komunitas, dalam hal ini oleh pengguna internet.

  • Market (Pasar)

           Sejalan dengan regulasi oleh norma di atas, pasar juga mengatur beberapa pola tertentu atas kegiatan di internet. Internet menciptakan pasar informasi virtual yang mempengaruhi semua hal mulai dari penilaian perbandingan layanan ke penilaian saham.

computer crime act (malaysia)

            Computer Crime Act (Malaysia) merupakan suatu peraturan Undang – undang yang memberikan pelanggaran – pelanggaran yang berkaitan dengan penyalah gunaan komputer, undang – undang ini berlaku pada tahun 1997. Computer crime berkaitan dengan pemakaian komputer secara illegal oleh pemakai yang bersifat tidak sah, baik untuk kesenangan atau untuk maksud mencari keuntungan.

Counsil of Europe Convention on Cyber Crime

            Counsil of Europe Convention on Cyber Crime merupakan hukum yang mengatur segala tindak kejahatan komputer dan kejahatan internet di Eropa yang berlaku pada tahun 2004, dapat meningkatkan kerjasama dalam menangani segala tindak kejahatan dalam dunia IT. Council of Europe Convention on Cyber Crime berisi Undang-Undang Pemanfaatan Teknologi Informasi (RUU-PTI) pada intinya memuat perumusan tindak pidana.

           Council of Europe Convention on Cyber Crime juga terbuka bagi bagi Negara non eropa untuk menandatangani bentuk kerjasama tentang kejahatan didunia maya atau internet terutama pelanggaran hak cipta atau pembajakkan dan pencurian data. Jadi tujuan adanya konvensi ini adalah untuk meningkatkan rasa aman bagi masyarakat terhadap serangan cyber crime, pencarian jaringan yang cukup luas, kerjasama internasional dan penegakkan hukum internasional.

Peraturan Dan Regulasi ” UU No.19 Th 2002 Tentang Hak Cipta”

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 19 TAHUN 2002

TENTANG HAK CIPTA 

I.    UMUM
            Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki keanekaragaman seni dan budaya yang sangat kaya. Hal itu sejalan dengan keanekaragaman etnik, suku bangsa, dan agama yang secara keseluruhan merupakan potensi nasional yang perlu dilindungi. Kekayaan seni dan budaya itu merupakan salah satu sumber dari karya intelektual yang dapat dan perlu dilindungi oleh undang-undang. Kekayaan itu tidak semata-mata untuk seni dan budaya itu sendiri, tetapi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan di bidang perdagangan dan industri yang melibatkan para Penciptanya. Dengan demikian, kekayaan seni dan budaya yang dilindungi itu dapat meningkatkan kesejahteraan tidak hanya bagi para Penciptanya saja, tetapi juga bagi bangsa dan negara.
            Indonesia telah ikut serta dalam pergaulan masyarakat dunia dengan menjadi anggota dalam Agreement Establishing the World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia) yang mencakup pula Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (Persetujuan tentang Aspek-aspek Dagang Hak Kekayaan Intelektual), selanjutnya disebut TRIPs, melalui Undang-undang Nomor 7 Tahun 1994. Selain itu, Indonesia juga meratifikasi Berne Convention for the Protection of Artistic and Literary Works (Konvensi Berne tentang Perlindungan Karya Seni dan Sastra) melalui Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 1997 dan World Intellectual Property Organization Copyrights Treaty  (Perjanjian Hak Cipta WIPO), selanjutnya disebut WCT, melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 1997.
          Saat ini Indonesia telah memiliki Undang-undang Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 dan terakhir diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 yang selanjutnya disebut Undang-undang Hak Cipta.  Walaupun perubahan itu telah memuat beberapa penyesuaian pasal yang sesuai dengan TRIPs, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu disempurnakan untuk memberi perlindungan bagi karya-karya intelektual di bidang Hak Cipta, termasuk upaya untuk memajukan perkembangan karya intelektual yang berasal dari keanekaragaman seni dan budaya tersebut di atas. Dari beberapa konvensi di bidang Hak Kekayaan Intelektual yang disebut di atas, masih terdapat beberapa ketentuan yang sudah sepatutnya dimanfaatkan. Selain itu, kita perlu menegaskan dan memilah kedudukan Hak Cipta di satu pihak dan Hak Terkait di lain pihak dalam rangka memberikan perlindungan bagi karya intelektual yang bersangkutan secara lebih jelas.
           Dengan memperhatikan hal-hal di atas dipandang perlu untuk mengganti Undang-undang Hak Cipta dengan yang baru. Hal itu disadari karena kekayaan seni dan budaya, serta pengembangan kemampuan intelektual masyarakat Indonesia memerlukan perlindungan hukum yang memadai agar terdapat iklim persaingan usaha yang sehat yang diperlukan dalam melaksanakan pembangunan nasional.
Hak Cipta terdiri atas hak ekonomi (economic rights) dan hak moral (moral rights). Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas Ciptaan serta produk Hak Terkait. Hak moral adalah hak yang melekat pada diri Pencipta atau Pelaku yang tidak dapat dihilangkan atau dihapus tanpa alasan apa pun, walaupun Hak Cipta atau Hak Terkait telah dialihkan.
             Perlindungan Hak Cipta tidak diberikan kepada ide atau gagasan karena karya cipta harus memiliki bentuk yang khas, bersifat pribadi dan menunjukkan keaslian sebagai Ciptaan yang lahir berdasarkan kemampuan, kreativitas, atau keahlian sehingga Ciptaan itu dapat dilihat, dibaca, atau didengar.
Undang-undang ini memuat beberapa ketentuan baru, antara lain, mengenai:
      1.    database merupakan salah satu Ciptaan yang dilindungi;
      2.    penggunaan alat apa pun baik melalui kabel maupun tanpa kabel, termasuk media internet, untuk      pemutaran produk-produk cakram optik (optical disc) melalui media audio, media audio visual dan/atau sarana telekomunikasi;
      3.    penyelesaian sengketa oleh Pengadilan Niaga, arbitrase, atau alternatif penyelesaian sengketa;
      4.    penetapan sementara pengadilan untuk mencegah kerugian lebih besar bagi Pemegang hak;
      5.    batas waktu proses perkara perdata di bidang Hak Cipta dan Hak Terkait, baik di Pengadilan Niaga maupun di Mahkamah Agung;
      6.    pencantuman hak informasi manajemen elektronik dan sarana kontrol teknologi;
      7.    pencantuman mekanisme pengawasan dan perlindungan terhadap produk-produk yang menggunakan sarana produksi berteknologi tinggi;
      8.    ancaman pidana atas pelanggaran Hak Terkait;
      9.    ancaman pidana dan denda minimal;
     10.  ancaman pidana terhadap perbanyakan penggunaan Program Komputer untuk kepentingan komersial secara tidak sah dan melawan hukum.

II.    PASAL DEMI  PASAL
Pasal  1
 Cukup jelas
Pasal  2
       Ayat (1) Yang dimaksud dengan hak eksklusif adalah hak yang semata-mata diperuntukkan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak lain yang boleh memanfaatkan hak tersebut tanpa izin pemegangnya.
Dalam pengertian “mengumumkan atau memperbanyak”, termasuk kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, mengaransemen, mengalihwujudkan, menjual, menyewakan, meminjamkan, mengimpor, memamerkan, mempertunjukkan kepada publik, menyiarkan, merekam, dan mengkomunikasikan Ciptaan kepada publik melalui sarana apa pun.
Ayat (2) Cukup jelas
Pasal  3
Ayat (1) Cukup jelas
Ayat (2) Beralih atau dialihkannya Hak Cipta tidak dapat dilakukan secara lisan, tetapi harus dilakukan secara tertulis baik dengan maupun tanpa akta notariil.
Huruf a
Cukup jelas
Huruf b
Cukup jelas
Huruf c
Cukup jelas
Huruf d
Cukup jelas
Huruf e
Sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan, misalnya pengalihan yang disebabkan oleh putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
Pasal  4
       Ayat (1) Karena manunggal dengan Penciptanya dan bersifat tidak berwujud, Hak Cipta pada prinsipnya tidak dapat disita, kecuali Hak Cipta tersebut diperoleh secara melawan hukum.
      Ayat (2) Cukup jelas
Pasal  5
      Ayat (1) Cukup jelas
      Ayat (2) Pada prinsipnya Hak Cipta diperoleh bukan karena pendaftaran, tetapi dalam hal terjadi sengketa di pengadilan mengenai Ciptaan yang terdaftar dan yang tidak terdaftar sebagaimana dimaksud pada ketentuan ayat (1) huruf a dan  huruf b serta apabila pihak-pihak yang berkepentingan dapat membuktikan kebenarannya, hakim dapat menentukan Pencipta yang sebenarnya berdasarkan pembuktian tersebut.
Pasal  6
       Yang dimaksud dengan bagian tersendiri, misalnya suatu Ciptaan berupa film serial, yang isi setiap seri dapat lepas dari isi seri yang lain, demikian juga dengan buku, yang untuk isi setiap bagian dapat dipisahkan dari isi bagian yang lain.
Pasal  7
         Rancangan yang dimaksud adalah gagasan berupa gambar atau kata atau gabungan keduanya, yang akan diwujudkan dalam bentuk yang dikehendaki pemilik rancangan. Oleh karena itu, perancang disebut Pencipta, apabila rancangannya itu dikerjakan secara detail menurut desain yang sudah ditentukannya dan tidak sekadar gagasan atau ide saja. Yang dimaksud dengan di bawah pimpinan dan pengawasan adalah yang dilakukan dengan bimbingan, pengarahan, ataupun koreksi dari orang yang memiliki rancangan tersebut.
Pasal  8
      Ayat (1) Yang dimaksud dengan hubungan dinas adalah hubungan kepegawaian antara pegawai negeri dengan instansinya.
      Ayat  (2) Ketentuan ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Hak Cipta yang dibuat oleh seseorang berdasarkan pesanan dari instansi Pemerintah tetap dipegang oleh instansi Pemerintah tersebut selaku pemesan, kecuali diperjanjikan lain.
        Ayat (3) Yang dimaksud dengan hubungan kerja atau berdasarkan pesanan di sini adalah Ciptaan yang dibuat atas dasar hubungan kerja di lembaga swasta atau atas dasar pesanan pihak lain.
Pasal  9
Cukup jelas
Pasal  10
       Ayat (1) Cukup jelas
       Ayat (2) Dalam rangka melindungi folklor dan hasil kebudayaan rakyat lain, Pemerintah dapat mencegah adanya monopoli atau komersialisasi serta tindakan yang merusak atau pemanfaatan komersial tanpa seizin negara Republik Indonesia sebagai Pemegang Hak Cipta. Ketentuan ini dimaksudkan untuk menghindari tindakan pihak asing yang dapat merusak nilai kebudayaan tersebut. Folklor dimaksudkan sebagai sekumpulan Ciptaan tradisional, baik yang dibuat oleh kelompok maupun perorangan dalam masyarakat, yang menunjukkan identitas sosial dan budayanya berdasarkan standar dan nilai-nilai yang diucapkan atau diikuti secara turun temurun,  termasuk:
       a.    cerita rakyat, puisi rakyat;
       b.    lagu-lagu rakyat dan musik instrumen tradisional;
       c.    tari-tarian rakyat, permainan tradisional;
       d.    hasil seni antara lain berupa: lukisan, gambar, ukiran-ukiran, pahatan, mosaik, perhiasan, kerajinan tangan, pakaian, instrumen musik dan tenun tradisional.
      Ayat (3) Cukup jelas
      Ayat (4) Cukup jelas
Pasal  11
      Ayat (1) Ketentuan ini dimaksudkan untuk menegaskan status Hak Cipta dalam hal suatu karya yang Penciptanya tidak diketahui dan tidak atau belum diterbitkan, sebagaimana layaknya Ciptaan itu diwujudkan. Misalnya, dalam hal karya tulis atau karya musik, Ciptaan tersebut belum diterbitkan dalam bentuk buku atau belum direkam. Dalam hal demikian, Hak Cipta atas karya tersebut dipegang oleh Negara untuk melindungi Hak Cipta bagi kepentingan Penciptanya, sedangkan apabila karya tersebut berupa karya tulis dan telah diterbitkan, Hak Cipta atas Ciptaan yang bersangkutan dipegang oleh Penerbit.
      Ayat (2) Penerbit dianggap Pemegang Hak Cipta atas Ciptaan yang diterbitkan dengan menggunakan nama samaran Penciptanya. Dengan demikian, suatu Ciptaan yang diterbitkan tetapi tidak diketahui siapa Penciptanya atau terhadap Ciptaan yang hanya tertera nama samaran Penciptanya, Penerbit yang namanya tertera di dalam Ciptaan dan dapat membuktikan sebagai Penerbit yang pertama kali menerbitkan Ciptaan tersebut dianggap sebagai Pemegang Hak Cipta. Hal ini tidak berlaku apabila Pencipta di kemudian hari menyatakan identitasnya dan ia dapat membuktikan bahwa Ciptaan tersebut adalah Ciptaannya.
        Ayat (3) Penerbit dianggap Pemegang Hak Cipta atas Ciptaan yang telah diterbitkan tetapi tidak diketahui Penciptanya atau pada Ciptaan tersebut hanya tertera nama samaran Penciptanya, Penerbit yang pertama kali menerbitkan Ciptaan tersebut dianggap mewakili Pencipta. Hal ini tidak berlaku apabila Pencipta dikemudian hari menyatakan identitasnya dan ia dapat membuktikan bahwa Ciptaan tersebut adalah Ciptaannya.
Pasal  12
        Ayat (1) Huruf  a
        Yang dimaksud dengan perwajahan karya tulis adalah karya cipta yang lazim dikenal  dengan  “typholographical  arrangement”,  yaitu  aspek seni pada susunan dan bentuk penulisan karya tulis. Hal ini mencakup antara lain format, hiasan, warna dan susunan atau tata letak huruf indah yang secara keseluruhan menampilkan wujud yang khas.
              Huruf  b
        Yang dimaksud dengan Ciptaan lain yang sejenis adalah Ciptaan-ciptaan yang belum disebutkan, tetapi dapat disamakan dengan Ciptaan-ciptaan seperti ceramah, kuliah, dan pidato.
              Huruf  c
        Yang dimaksud dengan alat peraga adalah Ciptaan yang berbentuk dua ataupun tiga dimensi yang berkaitan dengan geografi, topografi, arsitektur, biologi atau ilmu pengetahuan lain.
             Huruf  d
         Lagu atau musik dalam Undang-undang ini diartikan sebagai karya yang bersifat utuh, sekalipun terdiri atas unsur lagu atau melodi, syair atau lirik, dan aransemennya termasuk notasi.
Yang dimaksud dengan utuh adalah bahwa lagu atau musik tersebut merupakan satu kesatuan karya cipta.
             Huruf e
        Cukup jelas
            Huruf  f
         Yang dimaksud dengan gambar antara lain meliputi: motif, diagram, sketsa, logo dan bentuk huruf indah, dan gambar tersebut dibuat bukan untuk tujuan desain industri.
Yang dimaksud dengan kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan (misalnya dari kain, kertas, kayu) yang ditempelkan pada permukaan gambar.
Seni terapan yang berupa kerajinan tangan sejauh tujuan pembuatannya bukan untuk diproduksi secara massal merupakan suatu Ciptaan.

           Huruf  g
       Yang dimaksud dengan arsitektur antara lain meliputi: seni gambar bangunan, seni  gambar miniatur, dan seni gambar maket bangunan.
          Huruf  h
      Yang dimaksud dengan peta adalah suatu gambaran dari unsur-unsur alam dan/atau buatan manusia yang berada di atas ataupun di bawah permukaan bumi yang digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu.
         Huruf  i
      Batik yang dibuat secara konvensional dilindungi dalam Undang-undang ini sebagai bentuk Ciptaan tersendiri. Karya-karya seperti itu memperoleh perlindungan karena mempunyai nilai seni, baik pada Ciptaan motif atau gambar maupun komposisi warnanya. Disamakan dengan pengertian seni batik adalah karya tradisional lainnya yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang terdapat di berbagai daerah, seperti seni songket, ikat, dan lain-lain yang dewasa ini terus dikembangkan.
           Huruf  j
       Cukup jelas
          Huruf  k
       Karya sinematografi yang merupakan media komunikasi massa gambar gerak (moving images) antara lain meliputi: film dokumenter, film iklan, reportase atau film cerita yang dibuat dengan skenario, dan film kartun. Karya sinematografi dapat dibuat dalam pita seluloid, pita video, piringan video, cakram optik dan/atau media lain yang memungkinkan untuk dipertunjukkan di bioskop, di layar lebar atau ditayangkan di televisi atau di media lainnya. Karya serupa itu dibuat oleh perusahaan pembuat film, stasiun televisi atau perorangan.
             Huruf  l
       Yang dimaksud dengan bunga rampai meliputi: Ciptaan dalam bentuk buku yang berisi kumpulan karya tulis pilihan, himpunan lagu-lagu pilihan yang direkam dalam satu kaset, cakram optik atau media lain, serta komposisi berbagai karya tari pilihan. Yang dimaksud dengan database adalah kompilasi data dalam bentuk apapun yang dapat dibaca oleh mesin (komputer) atau dalam bentuk lain, yang karena alasan pemilihan atau pengaturan atas isi data itu merupakan kreasi intelektual. Perlindungan terhadap database diberikan dengan tidak mengurangi hak Pencipta lain yang Ciptaannya dimasukkan dalam database tersebut.
Yang dimaksud dengan pengalihwujudan adalah pengubahan bentuk, misalnya dari bentuk patung menjadi lukisan, cerita roman menjadi drama, drama menjadi sandiwara radio, dan novel menjadi film.
          Ayat (2) Cukup jelas
          Ayat (3) Ciptaan yang belum diumumkan, sebagai contoh sketsa, manuskrip, cetak biru (blue print), dan yang sejenisnya dianggap Ciptaan yang sudah merupakan suatu kesatuan yang lengkap.

Pasal  13

Huruf  a
Cukup jelas
Huruf  b
Cukup jelas
Huruf  c
Cukup jelas
Huruf  d
Cukup jelas
Huruf  e
        Yang dimaksud dengan keputusan badan-badan sejenis lain, misalnya keputusan-keputusan yang memutuskan suatu sengketa, termasuk keputusan–keputusan Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan, dan Mahkamah Pelayaran.
Pasal  14
Huruf  a
Cukup jelas
Huruf  b
       Contoh dari Pengumuman dan Perbanyakan atas nama Pemerintah adalah Pengumuman dan Perbanyakan mengenai suatu hasil riset yang dilakukan dengan biaya Negara.
Huruf  c
       Yang dimaksud dengan berita aktual adalah berita yang diumumkan dalam waktu 1 x 24 jam sejak pertama kali diumumkan.
Pasal  15
Huruf  a
          Pembatasan ini perlu dilakukan karena ukuran kuantitatif untuk menentukan pelanggaran Hak Cipta sulit diterapkan. Dalam hal ini akan lebih tepat apabila penentuan pelanggaran Hak Cipta didasarkan pada ukuran kualitatif. Misalnya, pengambilan bagian yang paling substansial dan khas yang menjadi ciri dari Ciptaan, meskipun pemakaian itu kurang dari 10 %. Pemakaian seperti itu secara substantif merupakan pelanggaran Hak Cipta. Pemakaian Ciptaan tidak dianggap sebagai  pelanggaran Hak Cipta apabila sumbernya disebut atau dicantumkan dengan jelas dan hal itu dilakukan terbatas untuk kegiatan yang bersifat nonkomersial termasuk untuk kegiatan sosial. Misalnya, kegiatan dalam lingkup pendidikan dan ilmu pengetahuan, kegiatan penelitian dan pengembangan, dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari Penciptanya. Termasuk dalam pengertian ini adalah pengambilan Ciptaan untuk pertunjukan atau pementasan yang tidak dikenakan bayaran. Khusus untuk pengutipan karya tulis, penyebutan atau pencantuman sumber Ciptaan yang dikutip harus dilakukan secara lengkap. Artinya, dengan mencantumkan sekurang-kurangnya nama Pencipta, judul atau nama Ciptaan, dan nama Penerbit jika ada.
Yang dimaksud dengan kepentingan yang wajar dari Pencipta atau Pemegang Hak Cipta adalah suatu kepentingan yang didasarkan pada keseimbangan dalam menikmati manfaat ekonomi atas suatu Ciptaan.
Huruf  b
Cukup jelas
Huruf  c
Cukup jelas
Huruf  d
Cukup jelas
Huruf  e
Cukup jelas

Huruf  f

Cukup jelas
Huruf  g
        Seorang pemilik (bukan Pemegang Hak Cipta) Program Komputer dibolehkan membuat salinan atas  Program  Komputer  yang  dimilikinya, untuk dijadikan cadangan semata-mata untuk digunakan sendiri. Pembuatan salinan cadangan seperti di atas tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta.
Pasal  16
Cukup jelas
Pasal  17
          Ketentuan ini dimaksudkan untuk mencegah beredarnya Ciptaan yang apabila diumumkan dapat merendahkan nilai-nilai keagamaan, ataupun menimbulkan masalah kesukuan atau ras, dapat menimbulkan gangguan atau bahaya terhadap pertahanan keamanan negara, bertentangan dengan norma kesusilaan umum yang berlaku dalam masyarakat, dan ketertiban umum. Misalnya, buku-buku atau karya-karya sastra atau karya-karya fotografi.
Pasal  18
         Ayat (1) Maksud ketentuan ini adalah Pengumuman suatu Ciptaan melalui penyiaran radio, televisi dan sarana lainnya yang diselenggarakan oleh Pemerintah haruslah diutamakan untuk kepentingan publik yang secara nyata dibutuhkan oleh masyarakat umum.
        Ayat (2) Cukup jelas
Pasal  19
        Ayat (1) Tidak selalu orang yang dipotret akan setuju bahwa potretnya diumumkan tanpa diminta persetujuannya. Oleh karena itu ditentukan bahwa harus dimintakan persetujuan yang bersangkutan atau ahli warisnya.
         Ayat (2) Cukup jelas
         Ayat (3) Cukup jelas
Pasal  20
          Dalam suatu pemotretan dapat terjadi bahwa  seseorang telah dipotret tanpa diketahuinya dalam keadaan yang dapat merugikan dirinya.
Pasal  21
         Misalnya, seorang penyanyi dalam suatu pertunjukan musik dapat berkeberatan jika diambil potretnya untuk diumumkan.
Pasal  22
Cukup jelas
Pasal  23
Cukup jelas
Pasal  24
          Ayat  (1) Cukup jelas
          Ayat  (2) Dengan hak moral, Pencipta dari suatu karya cipta memiliki hak untuk:
a.   dicantumkan nama atau nama samarannya di dalam Ciptaannya ataupun salinannya dalam hubungan dengan penggunaan secara umum;
 b.   mencegah bentuk-bentuk distorsi, mutilasi atau bentuk perubahan lainnya yang meliputi pemutarbalikan, pemotongan, perusakan, penggantian yang berhubungan dengan karya cipta yang pada akhirnya akan merusak apresiasi dan reputasi Pencipta. Selain itu tidak satupun dari hak-hak tersebut di atas dapat dipindahkan selama Penciptanya masih hidup, kecuali atas wasiat Pencipta berdasarkan peraturan perundang-undangan.
        Ayat  (3) Cukup jelas
        Ayat  (4) Cukup jelas

Pasal 25
        Ayat (1) Yang dimaksud dengan informasi manajemen hak Pencipta adalah informasi yang melekat secara elektronik pada suatu Ciptaan atau muncul dalam hubungan dengan kegiatan Pengumuman yang menerangkan tentang suatu Ciptaan, Pencipta, dan kepemilikan hak maupun informasi persyaratan penggunaan, nomor atau kode informasi. Siapa pun dilarang mendistribusikan, mengimpor, menyiarkan, mengkomunikasikan kepada publik karya-karya pertunjukan, rekaman suara atau siaran yang diketahui bahwa perangkat informasi manajemen hak Pencipta telah ditiadakan, dirusak, atau diubah tanpa izin pemegang hak.
         Ayat (2) Cukup jelas
Pasal  26
          Ayat (1) Pembelian hasil Ciptaan tidak berarti bahwa status Hak Ciptanya berpindah kepada pembeli, akan tetapi Hak Cipta atas suatu Ciptaan tersebut tetap ada di tangan Penciptanya. Misalnya, pembelian buku, kaset, dan lukisan.
          Ayat (2) Cukup jelas
          Ayat (3) Cukup jelas
Pasal  27
         Yang dimaksud dengan sarana kontrol teknologi adalah instrumen teknologi dalam bentuk antara lain kode rahasia, password, bar code, serial number, teknologi dekripsi (decryption) dan enkripsi (encryption) yang digunakan untuk melindungi Ciptaan. Semua tindakan yang dianggap pelanggaran hukum meliputi: memproduksi atau mengimpor atau menyewakan peralatan apa pun yang dirancang khusus untuk meniadakan sarana kontrol teknologi atau untuk mencegah, membatasi Perbanyakan dari suatu Ciptaan.

Pasal 28

         Ayat (1) Yang dimaksud dengan ketentuan persyaratan sarana produksi berteknologi tinggi, misalnya, izin lokasi produksi, kewajiban membuat pembukuan produksi, membubuhkan tanda pengenal produsen pada produknya, pajak atau cukai serta memenuhi syarat inspeksi oleh pihak yang berwenang.

            Ayat (2) Cukup jelas
Pasal  29
Cukup jelas
Pasal  30
Cukup jelas
Pasal  31
Cukup jelas
Pasal  32
Cukup jelas
Pasal  33
Cukup jelas
Pasal  34
          Ketentuan ini menegaskan bahwa tanggal 1 Januari sebagai dasar perhitungan jangka waktu perlindungan Hak Cipta, dimaksudkan semata-mata untuk memudahkan perhitungan berakhirnya jangka perlindungan. Titik tolaknya adalah tanggal 1 Januari tahun berikutnya setelah Ciptaan tersebut diumumkan, diketahui oleh umum, diterbitkan atau Penciptanya meninggal dunia. Cara perhitungan seperti itu tetap tidak mengurangi prinsip perhitungan jangka waktu perlindungan yang didasarkan pada saat dihasilkannya suatu Ciptaan apabila tanggal tersebut diketahui secara jelas.
Pasal  35
        Ayat (1) Cukup jelas
        Ayat (2) Cukup jelas
        Ayat (3) Cukup jelas
        Ayat (4) Pendaftaran Ciptaan bukan merupakan suatu keharusan bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta, dan timbulnya perlindungan suatu Ciptaan dimulai sejak Ciptaan itu ada atau terwujud dan bukan karena pendaftaran. Hal ini berarti suatu Ciptaan baik yang terdaftar maupun tidak terdaftar tetap dilindungi.
Pasal  36
          Direktorat Jenderal yang menyelenggarakan pendaftaran Ciptaan tidak bertanggung jawab atas isi, arti, maksud, atau bentuk dari Ciptaan yang terdaftar.
Pasal  37
           Ayat (1) Yang dimaksud dengan Kuasa adalah Konsultan Hak Kekayaan Intelektual yaitu orang yang memiliki keahlian di bidang Hak Kekayaan Intelektual dan secara khusus memberikan jasa mengurus permohonan Hak Cipta, Paten, Merek, Desain Industri serta bidang-bidang Hak Kekayaan Intelektual lain dan terdaftar sebagai Konsultan Hak Kekayaan Intelektual di Direktorat Jenderal.
           Ayat (2) Yang dimaksud dengan pengganti Ciptaan adalah contoh Ciptaan yang dilampirkan karena Ciptaan itu sendiri secara teknis tidak mungkin untuk dilampirkan dalam Permohonan, misalnya, patung yang berukuran besar diganti dengan miniatur atau fotonya.
          Ayat (3) Jangka waktu proses permohonan dimaksudkan untuk memberi kepastian hukum kepada Pemohon.
          Ayat (4) Cukup jelas
          Ayat (5) Cukup jelas
          Ayat (6) Cukup jelas

Pasal  38
Cukup jelas

Pasal  39
Cukup jelas

Pasal  40
Cukup jelas

Pasal  41
Cukup jelas

Pasal  42
Cukup jelas

Pasal  43
Cukup jelas
Pasal  44
Cukup jelas

Pasal  45
Cukup jelas

Pasal  46
Cukup jelas

Pasal  47
Cukup jelas

Pasal  48
Cukup jelas

Pasal  49
         Ayat (1) Yang dimaksud dengan menyiarkan termasuk menyewakan, melakukan pertunjukan umum (public performance), mengomunikasikan pertunjukan langsung (life performance), dan mengkomunikasikan secara interaktif suatu karya rekaman Pelaku.
        Ayat (2) Cukup jelas
        Ayat (3) Cukup jelas

Pasal  50
Cukup jelas
Pasal  51
Cukup jelas
Pasal  52
Cukup jelas
Pasal  53
Cukup jelas
Pasal  54
         Ayat (1) Cukup jelas
         Ayat (2) Cukup jelas
         Ayat (3) Yang dimaksud dengan menggunakan penerimaan adalah penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai dengan sistem dan mekanisme yang berlaku. Dalam hal ini seluruh penerimaan disetorkan langsung ke kas negara sebagai PNBP. Kemudian, Direktorat Jenderal melalui Menteri mengajukan permohonan kepada Menteri Keuangan untuk menggunakan sebagian PNBP sesuai dengan keperluan yang dibenarkan oleh Undang-undang, yang saat ini diatur dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3687).
Pasal  55
Cukup jelas
Pasal  56
Cukup jelas

Pasal  57
Cukup jelas

Pasal  58
Cukup jelas

Perbedaan antara Cyber Law, Computer Crime Law & Councile of Europe Convention on Cybercrime

Cukup jelas

Pasal  60
       Ayat (1) Yang dimaksud dengan Ketua Pengadilan Niaga adalah Ketua Pengadilan Negeri/Pengadilan Niaga.
      Ayat (2) Cukup jelas
      Ayat (3) Cukup jelas
      Ayat (4) Cukup jelas
      Ayat (5) Cukup jelas

Pasal  61
Cukup jelas
Pasal  62
        Ayat (1) Cukup jelas
        Ayat (2) Cukup jelas
        Ayat (3) Kecuali dinyatakan lain, yang dimaksud dengan “panitera” pada ayat ini adalah panitera Pengadilan Negeri/Pengadilan Niaga.
Pasal  63
Cukup jelas
Pasal  64
Cukup jelas
Pasal  65
        Yang dimaksud dengan alternatif penyelesaian sengketa adalah negosiasi, mediasi, konsiliasi, dan cara lain yang dipilih oleh para pihak sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.
Pasal  66
Cukup jelas
Pasal  67
Huruf  a
        Ketentuan ini dimaksudkan untuk mencegah kerugian yang lebih besar pada pihak yang haknya dilanggar, sehingga hakim Pengadilan Niaga diberi kewenangan untuk menerbitkan penetapan sementara guna mencegah berlanjutnya pelanggaran dan masuknya barang yang diduga melanggar Hak Cipta dan Hak Terkait ke jalur perdagangan termasuk tindakan importasi.
Huruf  b
      Ketentuan ini dimaksudkan untuk mencegah penghilangan barang bukti oleh pihak pelanggar.
Huruf  c
Cukup jelas
Pasal  68
Cukup jelas
Pasal  69
Cukup jelas
Pasal  70
Cukup jelas
Pasal  71
          Ayat (1) Yang dimaksud dengan Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu adalah pegawai yang diangkat sebagai penyidik berdasarkan Keputusan Menteri.
         Ayat (2) Cukup jelas
         Ayat (3) Cukup jelas
Pasal  72
          Ayat (1) Cukup jelas
          Ayat (2) Cukup jelas

          Ayat (3) Yang dimaksud dengan memperbanyak penggunaan adalah menggandakan, atau menyalin Program Komputer dalam bentuk kode sumber (source code) atau program aplikasinya. Yang dimaksud dengan kode sumber adalah sebuah arsip (file) program yang berisi pernyataan-pernyataan (statements) pemrograman, kode-kode instruksi/perintah, fungsi, prosedur dan objek yang dibuat oleh seorang pemrogram (programmer). Misalnya: A membeli Program Komputer dengan hak Lisensi untuk digunakan pada satu unit komputer, atau B mengadakan perjanjian Lisensi untuk pengunaan aplikasi Program Komputer pada 10 (sepuluh) unit komputer. Apabila A atau B menggandakan atau menyalin aplikasi Program Komputer di atas untuk lebih dari yang telah ditentukan atau diperjanjikan, tindakan itu merupakan pelanggaran, kecuali untuk arsip.

 

Referensi:

http://okiverdiana.blogspot.com/2010/03/perbandingan-cyber-law-computer-crime.html

http://djadjatcyber.blogspot.com/2010/04/perbandingan-cyber-law-computer-crime.html

http://ranicw.blogspot.com/2012/04/perbedaan-antara-cyber-law-computer.html

http://ictcenter-purwodadi.net/pustakamaya/files/disk1/14/ict-100-1001–drsrusbagi-686-1-thesis-c-a.pdf

http://princeznaj.blogspot.com/2010/04/perbandingan-cyber-law-computer-crime.html

http://asep10106240.wordpress.com/2010/04/16/perbandingan-cyber-law-computer-crime-act-malaysia-council-of-europe-convention-on-cyber-crime/

http://sara-ervina.blogspot.com/2010/03/perbandingan-cyber-law-computer-crime.ht

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/perbedaan-antara-cyber-law-computer-crime-law-councile-of-europe-convention-on-cybercrime/

http://bangungunanto.wordpress.com/2012/03/30/peraturan-dan-regulasi-uu-no-19-th-2002-tentang-hak-cipta/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 3, 2012 in categorized

 

IT Forensic

Dengan semakin berkembanganya dunia IT semakin banyak pula oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab menyalahgunakan IT untuk kepentingan diri sendiri dan merugikan banyak pihak.

Tujuan

IT forensic Bertujuan untuk mendapatkan fakta-fakta obyektif dari sebuah insiden / pelanggaran keamanan sistem informasi. Fakta-fakta tersebut setelah diverifikasi akan menjadi bukti-bukti (evidence) yang akan digunakan dalam proses hukum.

Beberapa pengertian tentang IT Forensic:

* Ilmu yang berhubungan dengan
pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat)

* Memerlukan keahlian dibidang IT
( termasuk diantaranya hacking) dan alat bantu (tools) baik hardware maupun software.

Forensic Tool Testing : Program pengujian ini telah dipertimbangkan oleh berbagai organisasi. Pengujian alat itu penting dari sisi teknologi informasi (IT), untuk memastikan perangkat lunak dan keras beroperasi seperti yang diharapkan.

Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) telah menetapkan standar sejak tahun 1993
untuk pengujian alat. Organisasi internasional untuk standarisasi dan komisi elektronik (ISO/IEC) mendirikan persyaratan umum untuk pengujian kompetensi dan pencocokan laboratorium (ISO/ IEC 17025) pada tahun 1999 (“Methodology pengujian umum”,2001).

IT Audit Trail

Pengertian Audit Trail
Audit Trail merupakan salah satu fitur dalam suatu program yang mencatat semua kegiatan yang dilakukan tiap user dalam suatu tabel log. secara rinci. Audit Trail secara default akan mencatat waktu , user, data yang diakses dan berbagai jenis kegiatan. Jenis kegiatan bisa berupa menambah, merungubah dan menghapus. Audit Trail apabila diurutkan berdasarkan waktu bisa membentuk suatu kronologis manipulasi data.Dasar ide membuat fitur Audit Trail adalah menyimpan histori tentang suatu data (dibuat, diubah atau dihapus) dan oleh siapa serta bisa menampilkannya secara kronologis. Dengan adanya Audit Trail ini, semua kegiatan dalam program yang bersangkutan diharapkan bisa dicatat dengan baik.

Cara Kerja Audit Trail
Audit Trail yang disimpan dalam suatu tabel
1. Dengan menyisipkan perintah penambahan record ditiap query Insert, Update dan Delete
2. Dengan memanfaatkan fitur trigger pada DBMS. Trigger adalah kumpulan SQL statement, yang secara otomatis menyimpan log pada event INSERT, UPDATE, ataupun DELETE pada sebuah tabel.


Fasilitas Audit Trail
Fasilitas Audit Trail diaktifkan, maka setiap transaksi yang dimasukan ke Accurate, jurnalnya akan dicatat di dalam sebuah tabel, termasuk oleh siapa, dan kapan. Apabila ada sebuah transaksi yang di-edit, maka jurnal lamanya akan disimpan, begitu pula dengan jurnal barunya.

Hasil Audit Trail
Record Audit Trail disimpan dalam bentuk, yaitu :

  1. Binary File – Ukuran tidak besar dan tidak bisa dibaca begitu saja
  2. Text File – Ukuran besar dan bisa dibaca langsung
  3. Tabel.

Real Time Audit

Real Time Audit atau RTA adalah suatu sistem untuk mengawasi kegiatan teknis dan keuangan sehingga dapat memberikan penilaian yang transparan status saat ini dari semua kegiatan, di mana pun mereka berada. Ini mengkombinasikan prosedur sederhana dan logis untuk merencanakan dan melakukan dana untuk kegiatan dan “siklus proyek” pendekatan untuk memantau kegiatan yang sedang berlangsung dan penilaian termasuk cara mencegah pengeluaran yang tidak sesuai.

RTA menyediakan teknik ideal untuk memungkinkan mereka yang bertanggung jawab untuk dana, seperti bantuan donor, investor dan sponsor kegiatan untuk dapat “terlihat di atas bahu” dari manajer kegiatan didanai sehingga untuk memantau kemajuan. Sejauh kegiatan manajer prihatin RTA meningkatkan kinerja karena sistem ini tidak mengganggu dan donor atau investor dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan tanpa menuntut waktu manajer. Pada bagian dari pemodal RTA adalah metode biaya yang sangat nyaman dan rendah untuk memantau kemajuan dan menerima laporan rinci reguler tanpa menimbulkan beban administrasi yang berlebihan baik untuk staf mereka sendiri atau manajemen atau bagian dari aktivitas manajer.  Penghematan biaya overhead administrasi yang timbul dari penggunaan RTA yang signifikan dan meningkat seiring kemajuan teknologi dan teknik dan kualitas pelaporan dan kontrol manajemen meningkatkan menyediakan kedua manajer dan pemilik modal dengan cara untuk mencari kegiatan yang dibiayai dari sudut pandang beberapa manfaat dengan minimum atau tidak ada konsumsi waktu di bagian aktivitas manajer.

Sumber: realtimeaudit.eu

http://toraerdo.blogspot.com/2012/04/it-forensic.html

http://ranicw.blogspot.com/2012/04/it-forensic.html

               http://juliocaesarz.blogspot.com/2011/03/it-audit-trail.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 3, 2012 in categorized

 

Pengertian dan Jenis-Jenis Cybercrime Berikut Modus Operandinya

Defenisi dan Pengertian Cyber Crime

Dalam beberapa literatur, cybercrime sering diidentikkan sebagai computer crime. The U.S. Department of Justice memberikan pengertian Computer Crime sebagai: “… any illegal act requiring knowledge of Computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution”. Pengertian lainnya diberikan oleh Organization of European Community Development, yaitu: “any illegal, unethical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data”. Andi Hamzah dalam bukunya “Aspek-aspek Pidana di Bidang Komputer” (1989) mengartikan cybercrime sebagai kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal. Sedangkan menurut Eoghan Casey “Cybercrime is used throughout this text to refer to any crime that involves computer and networks, including crimes that do not rely heavily on computer“.

Jenis-jenis Katagori CyberCrime

Eoghan Casey mengkategorikan cybercrime dalam 4 kategori yaitu:

  1. A computer can be the object of Crime.
  2. A computer can be a subject of crime.
  3. The computer can be used as the tool for conducting or planning a crime.
  4. The symbol of the computer itself can be used to intimidate or deceive.

            Polri dalam hal ini unit cybercrime menggunakan parameter berdasarkan dokumen kongres PBB tentang The Prevention of Crime and The Treatment of Offlenderes di Havana, Cuba pada tahun 1999 dan di Wina, Austria tahun 2000, menyebutkan ada 2 istilah yang dikenal :

  1. Cyber crime in a narrow sense (dalam arti sempit) disebut computer crime: any illegal behaviour directed by means of electronic operation that target the security of computer system and the data processed by them.
  1. Cyber crime in a broader sense (dalam arti luas) disebut computer related crime: any illegal behaviour committed by means on relation to, a computer system offering or system or network, including such crime as illegal possession in, offering or distributing information by means of computer system or network.

 


Dari beberapa pengertian di atas, cybercrime dirumuskan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan memakai jaringan komputer sebagai sarana/ alat atau komputer sebagai objek, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain.

MODUS OPERANDI CYBER CRIME
Kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis komputer dan jaringan telekomunikasi ini dikelompokkan dalam beberapa bentuk sesuai modus operandi yang ada, antara lain:

  1. Unauthorized Access to Computer System and Service
    Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatusistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Biasanya pelaku kejahatan (hacker) melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia. Namun begitu, ada juga yang melakukannya hanya karena merasa tertantang untuk mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi. Kejahatan ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi Internet/intranet. Kita tentu belum lupa ketika masalah Timor Timur sedang hangat-hangatnya dibicarakan di tingkat internasional, beberapa website milik pemerintah RI dirusak oleh hacker (Kompas, 11/08/1999). Beberapa waktu lalu, hacker juga telah berhasil menembus masuk ke dalam data base berisi data para pengguna jasa America Online (AOL), sebuah perusahaan Amerika Serikat yang bergerak dibidang ecommerce yang memiliki tingkat kerahasiaan tinggi (Indonesian Observer, 26/06/2000). Situs Federal Bureau of Investigation (FBI) juga tidak luput dari serangan para hacker, yang mengakibatkan tidak berfungsinya situs ini beberapa waktu lamanya (http://www.fbi.org).
  1. Illegal Contents
    Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Sebagai contohnya, pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah dan sebagainya.
  1. Data Forgery
    Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui Internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik” yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku karena korban akan memasukkan data pribadi dan nomor kartu kredit yang dapat saja disalah gunakan.
  1. Cyber Espionage
    Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data pentingnya (data base) tersimpan dalam suatu sistem yang computerized (tersambung dalam jaringan komputer)
  1. Cyber Sabotage and Extortion
    Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan Internet. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku.
  1. Offense against Intellectual Property
    Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet. Sebagai contoh, peniruan tampilan pada web page suatu situs milik orang lain secara ilegal, penyiaran suatu informasi di Internet yang ternyata merupakan rahasia dagang orang lain, dan sebagainya.
  1. Infringements of Privacy
    Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM, cacat atau penyakit tersembunyi dan sebagainya.

solusi
Solusi yang seharusnya kita lakukan :

setelah mengetahui berbagai jenis kejahatan dunia maya tersebut, kita dapat mengetahui cara kerja dan apa yang dilakukan oleh para pelaku cyber crime tersebut, sehingga kita dapat mengetahui tindakan prepentif yang seharusnya kita lakukan, semoga info ini dapat berguna bagi kita agar kita dapat terhindar dari kejahatan cyber crime. pelajari cara kerja mereka dan kita akan terhindar dari tindak kejahatan mereka.

Motif :
illegal contents
data forgery
biasanya digunakan untuk mencari ketenaran para pelaku hacking, mereka membuat sistem palsu yang biasanya akan merugikan korbannya.

phising digunakan untuk mendapatkan data pribadi korban dengan cara membuat situs yang serupa dengan aslinya, data-data pribadi korban akan dikirim ke email pribadi sang pelaku. kejahatan jenis ini yang biasanya sering terjadi, mereka mengejar ketenaran.

Referensi:

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=DEFINISI%20PENGERTIAN%20DAN%20JENIS-JENIS%20CYBERCRIME%20BERIKUT%20MODUS%20OPERANDINYA&&nomorurut_artikel=353

http://rani_oriza.blogspot.com/2012/03-PENGERTIAN-DAN-JENIS-JENIS-CYBERCRIME-BERIKUT-MODUS-OPERANDINYA .html

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6237466

http://farizzuko.blogspot.com/2011/02/9-jenis-cyber-crime.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 21, 2012 in categorized

 

POSISI IT dan JOB DESCRITION

Posisi / Jabatan dalam Dunia IT yang dikutip dari Indonesia Salary Guide 2006 dan berbagai sumber, antara lain : System Analyst, Analyst Programmer, ERP (enterprise resource planning) Consultant, Systems Programmer / Software Engineer, Web Designer, Systems Engineer, Tester, Database Administrator, Manager, IT Manager, Project Manager, Account Manager, Helpdesk Analyst, IT Executive, IT Administrator, Network Administrator, Security Network Analyst, Network Support Engineer, Business Development, dan masih banyak lagi.

Profesi IT adalah profesi yang berhubungan dengan teknologi komputasi, seperti jaringan, perangkat keras, perangkat lunak, Internet, atau orang-orang yang bekerja dengan adanya teknologi. Banyak perusahaan kini memiliki departemen IT untuk mengelola komputer, jaringan, dan bidang teknis lainnya dari bisnis mereka.
Job description profesi-profesi IT di Indonesia antara lain :

  1. IT Support Officer, tanggung jawabnya ialah :
    • menerima, memprioritaskan dan menyelesaikan permintaan bantuan IT.
    • membeli hardware IT, software dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut.
    • instalasi, perawatan dan penyediaan dukungan harian baik untuk hardware & software Windows & Macintosh, peralatan termasuk printer, scanner, hard-drives external, dll.
    • korespondensi dengan penyedia jasa eksternal termasuk Internet Service Provider, penyedia jasa Email, hardware, dan software supplier, dll.
    • mengatur penawaran harga barang dan tanda terima dengan supplier untuk kebutuhan yang berhubungan dengan IT.
    • menyediakan data / informasi yang dibutuhkan untuk pembuatan laporan department regular.
  1. Network Administrator, mengurusi, mengoperasi, maintain, dan perawatan jaringan LAN maupun WAN, manajemen sistem serta dukungan terhadap perangkat kerasnya, mengarsipkan data, serta maintain dan perawatan komputer.
  2. Network Engineer, melaksanakan komunikasi dan analisa sistem networking, mendesain perencanaan untuk integrasi, mendukung jaringan pada internet, intranet dan ekstranet, serta menganalisa dan ikut mengambil bagian dalam pengembangan standardisasi keamanan dan implementasi mengendalikan untuk keamanan LAN dan WAN. Sedangkan untuk tugas dan tanggung jawabnya adalah maintenance LAN dan koneksi internet, maintenance hardware, maintenance database dan file, help desk, dan inventory.
  3. IT Programmer, tanggung jawabnya adalah mengambil bagian dalam pengembangan dan integrasi perangkat lunak, mengembangkan secara aktif kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak, menerima permintaan user untuk masalah-masalah yang harus diselesaikan, menyediakan dukungan dan penyelesaian masalah konsumen baik untuk konsumen internal maupun eksternal, bertanggung jawab atas kepuasan terkini pelanggan, melakukan tugas-tugas yang berkaitan dan tanggung jawab yang diminta, , mengerjakan macam-macam tugas terkait seperti yang diberikan, dan membentuk kekompakan maksimum dalam perusahaan bersama dengan rekan-rekan dalam perusahaan.
  4. Analyst Programmer, merancang, membuat kode program dan menguji program untuk mendukung perencanaan pengembangan aplikasi sistem.
  5. Web Designer, mengembangkan rancangan inovatif aplikasi web-based beserta isi dari aplikasi tersebut.
  6. Systems Programmer / Software Engineer, terbiasa dengan pengembangan software ‘life cycles’, memiliki ketrampilan dalam merancang aplikasi, menyiapkan program menurut spesifikasi, dokumentasi / ’coding’, dan pengujian.
  7. IT Executive, memelihara kecukupan, standard dan kesiapan sistem / infrastruktur untuk memastikan pengoperasiannya dapat efektif dan efisien, serta menerapkan prosedur IT dan proses untuk memastikan data terproteksi secara maksimum.
  8. IT Administrator, menyediakan implementasi dan administrasi yang meliputi LAN, WAN dan koneksi dial-up, firewall, proxy serta pendukung teknisnya.
  9. Database Administrator, bertanggung jawab untuk administrasi dan pemeliharaan teknis yang menyangkut perusahaan dalam pembagian sistem database.
  10. Systems Engineer, menyediakan rancangan sistem dan konsultasi terhadap pelanggan, memberikan respon terhadap permintaan technical queries serta dukungannya, dan melakukan pelatihan teknis ke pelanggan dan IT administrator.
  11. Helpdesk Analyst, me-’remote’ permasalahan troubleshoot melalui email / telephone dengan cara mengambil alih kendali para pemakai via LAN/WAN koneksi, serta perencanaan, mengkoordinir dan mendukung proses bisnis, sistem dan end-users dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
  12. ERP Consultant, memberikan nasehat teknis ataupun fungsional pada implementasi solusi ERP, dan harus mempunyai beberapa pengetahuan tertentu dalam rangka memetakan proses.
  13. Account Manager, bertanggung jawab untuk kemajuan penjualan suatu solusi dan / atau produk serta target pendapatan.
  14. Bussiness Development Manager, secara umum mengetahui kebutuhan akan pelanggan, memiliki ketajaman yang diperlukan dalam menopang dan menguntungkan bisnis, serta mempunyai kemampuan luas yang mampu menyerap dan berkomunikasi jelas tentang bisnis kompleks serta konsep teknologi.
  15. IT Manager, mengatur kelancaran dari sistem IT, troubleshooting dan membantu organisasi dalam menangani permasalahan IT, dan sesuai dengan pengembangan IT yang baru dalam bidang yang diperlukan.
  16. Project Manager, merencanakan, memberi arahan dan melaksanakan aktivitas manajemen proyek untuk suatu divisi / area, memonitor progress terhadap jadwal dan anggaran proyek, dan mengalokasikan atau membantu mengalokasi sumber daya sesuai dengan hasil proyek yang harus diselesaikan.

Job description profesi-profesi IT di Amerika Serikat antara lain :

  1. Network Administrator, bertanggung jawab untuk menyiapkan, menginstalasi, dan memonitor jaringan LAN dan WAN, melakukan berbagai evaluasi, pemeliharaan, instalasi, dan tugas-tugas pelatihan untuk memastikan kinerja jaringan komputer perusahaan dan memenuhi kepuasan pengguna.
  2. IT Manager, bertugas mengawasi semua staff di departemen IT, serta memberikan bimbingan, arahan dan pelatihan kepada karyawan junior terutama pada berbagai tugas yang mungkin sulit mereka lakukan. IT manager juga menerapkan sistem keamanan IT dalam organisasi untuk memastikan keamanan data dan sistem IT, mengawasi organisasi sistem WAN, mengawasi pengelolaan dan pemeliharaan stasiun kerja komputer, mengawasi pelatihan staff untuk memastikan mereka mampu menggunakan software dan hardware komputer secara kompeten, memberikan dukungan dalam mengatasi masalah-masalah komputer, mengawasi penyimpanan yang tepat dari semua data perusahaan dan pengarsipan record dan back up, serta menyediakan dukungan teknis kepada karyawan ahli komputer lain dalam organisasi. IT manager berinteraksi dengan klien setiap hari untuk dpat melihat dan memahami masalah IT mereka dan memberikan solusi yang kompeten untuk masalah tersebut. IT manager memastikan sistem berjalan lancar dan efisien dari semua sistem IT dalam organisasi, menjaga informasi karyawan pada perubahan berbagai teknologi yang sedang berlangsung dalam organisasi, berkomunikasi dengan manajemen puncak dalam hal isu-isu terkait IT, serta mengidentifikasi sistem komputer baru dan trend di pasar sehingga status organisasi IT selalu berada pada barisan terdepan. IT manager mengorganisasi dan memimpin rapat tim, menjaga timya termotivasi dan membantu mereka untuk memenuhi tujuan perusahaan, memastikan bahwa persyaratan perizinan standar lokal terpenuhi dan dipenuhi, dan hadir dengan anggaran untuk departemen dan mengimplementasikannya.
  3. Database Administrator, bekerja sama dengan profesional komputer lain seperti analis data, web peveloper dan programer komputer. Database Administrator mengidentifikasi kebutuhan klien dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan melalui data penelitian yang tepat, mengumpulkan data, mengorganisasikannya, dan mengelolanya. Database Administrator mengembangkan database komputer dan mengaturnya, termasuk menulis instruksi yang tepat melalui bahasa pemrograman komputer untuk mengumpulkan dan memilah data yang relevan. Database Administrator memastikan bahwa sistem komputer dan database bekerja dengan baik sebagaimana mestinya, hal ini dikenal sebagai database performance tuning. Database Administrator menguji sistem database untuk memastikan bahwa mereka bekerja dengan benar, memastikan mem-back up data yang dilakukan secara berkala dalam kasus data akan hilang atau hancur, memulihkan data yang hilang atau rusak, serta memastikan integritas dan keamanan data yang dikumpulkan. Apabila terjadi masalah dalam database, Database Administrator memperbaikinya untuk memastikan berfungsinya sistem, mengawasi dan mengendalikan sumber data dalam sebuah organisasi. Database Administrator memastikan bahwa data yang dibutuhkan selalu tersedia bagi mereka yang membutuhkan sehingga orang yang tepat selalu dapat menemukan data yang benar ketika mereka membutuhkannya, dan menghabiskan banyak waktu di depan komputer.
  4. Programmer Analyst, hanya menulis, memodifikasi dan me-review software komputer. Programmer Analyst bertanggung jawab untuk menginterprestasi coding pekerjaan Software Engineer dan menjalankannya dengan sebuah komputer, mengujinya, meng-encoding, mendokumentasikan, dan men-debug program.
  5. Software Engineer, sedang dalam permintaan yang besar dalam berbagai sektor industri IT. Software Engineer bertanggung jawab untuk pengembangan software baru dan meningkatkan kemampuan software yang sudah ada. Lebih banyak peluang terbuka untuk Software Engineer dan Software Developer dalam industri lain karena mereka membuka diri terhadap meningkatnya penggunaan komputer dalam melaksanakan tugas-tugas penting. Saat ini, Software Engineer dapat ditemukan dalam produksi dan sektor jasa.
  6. Project Manager, memastikan bahwa instalasi sistem yang terdiri dari hardware komputer dan jaringan bersama dengan software sistem dan aplikasi membuat keutuhan sinergis yang memungkinkan bisnis untuk mendapatkan manfaat dari keuntungan yang dijanjikan tersebut. Seringkali terdiri dari tim departemen user, wakil perusahaan departemen IT, komputer dan vendor jaringan, software OS dan vendor database dan vendor aplikasi, IT Project Manager membawa semua sumber daya yang diperlukan bersama-sama untuk komisi sistem baru dalam waktu singkat dan dengan biaya minimal bagi perusahaan.
  7. System Engineer, tanggung jawab utama dari System Engineer adalah memastikan bahwa semua sistem perusahaan berfungsi dengan lancar, memastikan bahwa setiap karyawan perusahaan semakin mampu untuk data tertentu, dan memastikan bahwa departemen IT perusahaan berjalan lancar.

Referensi :
Hari Soetanto, Information Technology, Jakarta, Desember 2006
Bagio Budiardjo, Komputer dan Masyarakat, Elex Media Komputindo, 1991
http://staff.ui.ac.id/internal/130517305/material/Ethic-2009-a.ppt
http://andriksupriadi.wordpress.com/2010/05/30/jenis-jenis-profesi-di-bidang-it/
http://www.samplejobdescriptions.org/it-job-descriptions.html
http://www.samplejobdescriptions.org/network-administrator-job-description.html
http://www.samplejobdescriptions.org/it-manager-job-description.html
http://www.samplejobdescriptions.org/database-administrator-job-description.html
http://www.samplejobdescriptions.org/programmer-analyst-job-description.html
http://www.samplejobdescriptions.org/software-engineering-job-description.html
http://www.samplejobdescriptions.org/project-manager.html
http://www.samplejobdescriptions.org/systems-engineer.html

http://inori-to-shigoto.blogspot.com/2011/04/jenis-jenis-profesi-di-bidang-it-dan.html

http://rani_oriza.blogspot.com/2012/03/posisi-it-dan-job-descrition.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 21, 2012 in categorized

 

Etika dan Profesionalisme TSI

 Pengertian Etika

Apa itu etika ?

  •  Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995)  Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
  • Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”.
  • Dari asal usul kata Etika (Yunani Kuno: “ethikos“, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

Menurut para ahli, etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:

 

  •     Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

 

  • Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
  • Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

 

Mengapa etika diperlukan ?

 

Tujuan mempelajari etika adalah untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.

  • Pengertian Baik

Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif).

  • Pengertian Buruk

Segala yang tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma‐norma masyarakat yang berlaku.

 

Dalam kehidupan beragama, etika pun mutlak diperlukan. Misalnya, etika memungkinkan dialog antar agama. Etika dapat menjadi dasar bagi kerjasama agama agar menghasilkan kerjasama yang baik dan benar dalam kaidahnya.

 

Dalam dunia Teknologi Informasi (atau IT/Information Technology), masalah yang berhubungan dengan etika dan hukum bermunculan, mulai dari penipuan, pelanggaran, pembobolan informasi rahasia, persaingan curang sampai kejahatan yang sifatnya pidana sudah sering terjadi tanpa dapat diselesaikan secara memuaskan melalui hukum dan prosedur penyidikan yang ada saat ini, mengingat kurangnya landasan hukum yang dapat diterapkan untuk perbuatan hukum yang spesifik tersebut seperti pembuktian dan alat bukti.

 

Sehingga dalam teknologi informasi, terdapat norma yang membatasi seseorang dalam menghadapi teknologi ini berupa etika dan moral, dan terdapat pula hukum dan perundang-undangan yang mengatur dengan jelas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

 

Tujuan dan Sasaran Etika dalam TSI

 

Tujuan Etika dalam teknologi Informasi, Etika menjadi dasar pijakan pengembangan, pemapanan dan penyusunan instrument. Tujuannya adalah jelas bahwa etika ditujukan sebagai dasar pijakan atau patokan yang harus ditaati dalam teknologi informasi untuk melakukan proses pengembangan, pemapanan dan juga untuk menyusun instrument.

 

Sasaran, etika digunakan dalam teknologi informasi ditujukan agar :

1.     Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.

2.     Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etikan dalam teknologi informasi.

3.      Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.

 

Kapan etika diperlukan ?

 

Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika member manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini.

 

Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang pelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

 

Sistem Penilaian Dalam Etika

       a. Tingkat pertama

     Sebelum lahir jadi perbuatan, jadi masih berupa rencana dalam kata hati.

       b. Tingkat ke 2

     Sesudahnya sudah berupa perbuatan nyata/pekerti.

       c. Tingkat ke 3

     Akibat atau hasil dari perbuatan itu baik atau buruk.

 

Perbuatan Baik-Tidak Baik

 

Sebelum berbuat masih berbentuk kata hati, niat, karsa, kehendak, kemauan, wil yg akan direalisasi oleh perbuatan.

Ada 4 variabel perbuatan :

1)      Tujuan baik, cara mencapainya tidak baik.

2)      Tujuan tidak baik, cara mencapai baik.

3)      Tujuan tidak baik, cara mencapai tidak baik.

4)      Tujuan baik, cara mencapai juga baik.

 

Siapa yang menggunakan etika ?

 

·         Objek materia – manusia,

·         Objek forma –tindakan manusia

 

Beberapa Hal yang menyangkut dalam Etika dan moral dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi :

1.      Menghargai Hasil Karya Orang Lain

Beberapa perbuatan yang dapat mencerminkan penghargaan kita terhadap hasil karya orang lain:

·        Selalu menggunakan perangkat lunak yang asli, resmi, dan berlisensi dari perusahaan yang mengeluarkan perangkat lunak tersebut.

·        Menghindari penggunaan perangkat lunak bajakan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kualitas dan keasliaannya.

·        Tidak turut serta dalam tindakan membajak, menyalin, mengkopi, maupun menggandakan perangkat lunak atau program computer tanpa seizin dari perusahaan yang menerbitkan perangkat tersebut.

·        Menghindari penyalahgunaan perangkat lunak dalam bentuk apapun yang bersifat negative dan merugikan orang lain.

·      Tidak melakukan tindakan pengubahan, pengurangan, maupun penambahan hasil ciptaan suatu perangkat lunak.

 

2.      Tata cara mengutip atau mengkopi hasil karya orang lain antara lain sebagai berikut:

·        Setiap pemgambilan atau pengutipan Ciptaan pihak lain sebagian maupun seluruhnya harus mencantumkan sumbernya jika tujuan pengambilan tersebut untuk keperluan seperti yang disebutkan pada Pasal 15 UU Hak Cipta No.19 tahun 2002. Namun jika tujuannya untuk keperluan diluar yang ditentukan oleh pasal tersebut seperti komersialisasi atau mencari keuntungan, maka kita perlu mendapatkan persetujuan dari Pemegang Hak Cipta dengan ketentuan yang sudah diatur oleh undang-undang.

·        Pemilik suatu Progam Komputer (bukan Pemegang Hak Cipta Progam Komputer) dibolehkan membuat salinan Progam Komputer yang dimilikinya tersebut untuk dijadikan cadangan, jika digunakan untuk keperluan sendiri, bukan untuk komersialisasi atau mencari keuntungan. Hal ini sudah ditetapkan dalam Pasal 15 UU Hak Cipta No.19 tahun 2002 huruf g.

 

 

Pengertian Profesi

 

Apa itu profesi ?

 

Pengertian Profesi dan Profesional menurut DE GEORGE :

PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.

 

PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.

 

Yang harus kita ingat dan fahami betul bahwa “PEKERJAAN / PROFESI” dan “PROFESIONAL” terdapat beberapa perbedaan :

PROFESI :

– Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.

– Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).

– Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.

– Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.

 

PROFESIONAL :

– Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.

– Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.

– Hidup dari situ.

– Bangga akan pekerjaannya.

 

TUJUAN KODE ETIKA PROFESI

Prinsip‐prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama.

 

Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah:

  1. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya.
  2. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema dalam pekerjaan.
  3. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu.
  4. Standar-standar etika mencerminkan/membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas, dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya.
  5. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi.
  6. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya.

 

Sumber ::

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 8, 2012 in categorized

 

ANALISA WEBSITE KABUPATEN BOGOR dan BANDUNG

Untuk mengetahui kelayakan suatu website e-government maka perlu analisa yang lebih mendalam sesuai dengan ketetapan yang telah dibuat depkominfo dalam inpres no. 3 tahun 2003 tentang “KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL PENGEMBANGAN E-GOVERNMENT”. Analisa yang dilakukan berguna untuk memberikan saran apabila masih terdapat kekurangan mengenai website tersebut, ataupun pengukuran baik atau buruknya suatu pengelolaan e-government berdasarkan ketentuan yang berlaku. Berikut adalah  dua buah website e-government untuk tingkat kabupaten yang kami analisis :

1. Website Kabupaten Bogor

Website kabupaten bogor dengan alamat http://www.bogorkab.go.id dipatenkan oleh pemerintah kabupaten bogor pada tahun 2007, penyampaian informasi yang diberikan kepada user bisa dibilang lengkap dan up to date, tampilan yang disajikannya pun sangat menarik, tidak terlalu banyak animasi-animasi yang tidak terlalu penting, website tersebut memiliki banyak link-link ke website organisasi pemerintah lain maupun organisasi swasta walaupun tertkadang link-link tersebut tidak semuanya dapat diakses. Karena Kabupaten Bogor termasuk ke dalam wilayah dataran tinggi dengan suhu yang sejuk maka hasil komoditas utama yang dihasilkan berupa hasil perkebunan maupun pertanian, dalam website ini data-data yang ditampilkan mengenai komoditas utama dijabarkan dengan sangat detail.

Berikut adalah analisa yang lebih mendalam mengenai website kabupaten Bogor berdasarkan kategori website yang baik menurut panduan depkominfo tahun 2003 :

Keterangan range :

1 – 5 : tidak bagus

6 – 7 : cukup bagus

8 – 10 : bagus

 

 

No Unit Analisis Bobot

Nilai

Kategori Bobot

Nilai

Jumlah

Total

% Nilai

Total

1 Informasi menu utama dalam Website 25% Potensi daerah

Komoditas utama

Kualitas SDM

40%

27%

24%

100% 22,75%
2 Informasi tambahan dalam fasilitas Website 20% Tahap I

Tahap II

Tahap III

16%

21%

40%

100% 15,4%
3 Penyediaan hubungan 15% G2C
G2B

G2G

36%

27%

21%

100% 12,6
4 Aksesibilitas 10% < 10 detik

10-30detik

>30 detik

100% 100% 15%
5 Design 10% Animasi

Grafis

Teks lengkap

18%

21%

32%

100% 7,1%
6 Jumlah tingkatan informasi 20% 1 Tingkat

2 Tingkat

3 Tingkat

4 Tingkat

15%

17,5%

20%

17,5%

100% 14%
jumlah 100% 86,85%

Keterangan :

Keterangan  :

  1. Potensi daerah adalah menginformasikan tentang kondisi kabupaten yang bersangutan seperti investasi, pariwisata dan penjualan hasil alam d kabupaten tersebut.

Nilai  bobot website ini :10 dengan perhitungan 10:̸10 x 40% = 40% karena pada website ini penjelasan yang mengenai potensi daerah yang terdapat di Kabupaten Bogor dengan rinci dan menampilkan data-data yang akurat mulai dari bidang pertanian, perkebunan dan lain sebagainya yang terdapat pada kabupaten bogor.

Komoditas utama menjelaskan atau menginformasikan kekayaan alam yang terkandung di kabupaten tersebut yang berfungsi untuk menambah pemasukan dearah. Contohnya dalam sektor pertanian, kehutanan, pertambangan, perkebunan, sumber air peternakan.

Nilai bobot website ini : 9 dengan perhitungan 9/10 x 30% = 27% karena pada website ini informasi mengenai hasil utama dari kabupaten Bogor dari berbagai bidang ditampilkan secara terinci dan dengan perhitungan yang matang.

Kualitas SDM ialah kualitas masyarakat pada kabupaten yang bersangkutan maksudnya latar pendidikan yang harus dimiliki pada setiap masyarakat supaya dalam penempatan karyawan pada suatu perusahaan lebih mudah dan sesuai dengan jenjang pendidikan yang mereka dapat.

Nilai bobot website ini  : 8/10 x 30% = 24% karena dalam website ini menampilkan informasi latar belakang pendidikan yang terdapat di Kabupaten Bogor.

1.2 Tahap I merupakan informasi tambahan mengenai pendidikan baik informasi pendidikan maupun ilmu pengetahuan secara umum maupun informasi pendidikan yang terdapat di pada Kabupaten bandung.

Nilai bobot website ini : kami beri nilai 8 dengan perhitungan 8/10 x 20% = 16 %, karena pada website ini menampilkan informasi yang baik bagi user mengenai pendidikan maupun ilmu pengetahuan.

Tahap II merupakan informasi tambahan mengenai perniagaan yang terdapat di kabupaten bandung.

Nilai bobot website ini : 7 dengan perhitungan 7/10 x 30% = 21%, karena dalam website ini sudah cukup menampilkan informasi mengenai perniagaan, tetapi masih kurang banyak informasi mengenai perniagaan dalam segala bidang.

Tahap III merupakan informasi tambahan baik informasi secara umum diluar dari kegiatan pemerintahan maupun informasi khusus yang berkaitan dengan kegiatan pemerintahan kabupaten.

Nilai bobot webasite ini : 8 dengan perhitungan 8/10 x 50% = 40%, karena secara keseluruhan informasi yang diberikan baik informasi secara umum ataupun mengenai kegiatan dalam pemerintahan kabupaten Bogor itu sendiri ditampilkan secara jelas dan up-to-date.

  1. G2C (goverment to citizien) ialah website tersebut melakukan hubungan langsung ke masyarakat contohnya komunikasi antara user dengan website kabupaten tersebut.

Nilai bobot website ini :9 dengan perhitungan 9/10 x 40% = 28% karena pada website ini menampilkan menu-menu yang membuat interaksi antara penduduk dengan pemerintah semakin baik seperti menu buku tamu, forum diskusi, mailing list.

G2B (goverment to business) ialah website tersebut melakukan kerjasama antara beberapa perusahaan untuk menghasilkan suatu keuntungan (bisnis). Contohnya dalam bidang pariwisata yang bekerjasama dengan perusahaan lain yang bersangkutan seperti penginapan dan travel agent.

Nilai bobot website ini :9 dengan perhitungan  9/10 x 30% = 27% karena pada website ini menampilkan beberapa link dengan tempat wisata maupun bekerja sama dengan perusahaan swasta maupun perusahaan negara.

G2G (goverment to goverment) ialah website tersebut menjelaskan tentang kerjasama antara beberapa kabupaten lain.

Nilai bobot website ini : 7̸10 x 30% = 21% karena pada website ini sudah melakukan kerjasama antara lembaga pemerintah lainnya, walaupun terkadang link yang bersangkutan tidak terkoneksi dengan baik.

  1. Aksesibilitas adalah kecepatan jaringan untuk mengakses pada setiap menu.

Nilai bobot website ini : 10̸10 x 100% = 100% karena kecepatan akses untuk menampilkan setiap menu sangat cepat kurang dari 10 detik

  1. Animasi adalah suatu benda atau gambar yang didesign untuk bergerak.

Nilai bobot website ini : 6 dengan perhitungan 7610 x 30% = 18% karena pada website ini kurang atraktif, tidak terdapat banyak animasi yang membantu menjelaskan informasi dengan lebih menarik.

Grafis adalah gambar dengan perpaduan warna yang senada.

Nilai bobot website ini : 7 dengan perhitungan 7/10 x 30% = 21% karena pemilihan warna dan pelatakan struktur navigasi yang cukup baik tetapi masih kurang atraktif.

Teks lengkap ialah tulisan yang menjelaskan tentang website tersebut secara detail dan dalam penulisannya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

Nilai bobobt website ini : 8 dengan perhitungan 8/10 x 40% = 36% karena informasi yang dibutuhkan user sudah cukup jelas dan mudah dimengerti dengan menggunakan pembahasan yang lengkap dan bahasa yang baku.

  1. 1Tingkat adalah persiapan, meliputi pembuatan situs informasi di setiap lembaga, penyiapan SDM, penyiapan sarana akses yang mudah, misalnya warnet dan lain – lain.

Nilai bobobt website ini : 6 dengan perhitungan 6/10 x 25% = 15% karena kurang menampilkan informasi mengenai tempat publik yang dapat digunakan untuk mengakses internet secara gratis.

2Tingkat adalah pematangan, meliputi pembuatan situs informasi public interaktif dan pembuatan antar muka keterhubungan dengan lembaga lain.

Nilai bobobt website ini : 7 dengan perhitungan 7/10 x 25% = 17,5% karena pada situs website ini cukup menampilkan informasi secara interaktif dengan adanya poling, forum diskusi, dan buku tamu, walaupun belum digunakan dengan maksimal.

3Tingkat adalah pemantapan, meliputi pembuatan situs informasi pelayanan publik dan pembuatan interoperabilitas aplikasi dan data dengan lembaga lain.

Nilai bobobt website ini : 7̸10 x 25% = 17,5% karena pada situs website ini tidak ada transaksi layanan publik tetapi yang disajikan hanya berupa informasi saja.

4Tingkat adalah pemanfaatan, meliputi pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang bersifat G2G, G2B dan G2C.

Nilai bobobt website ini : 7̸10 x 25% = 17,5% karena hubungan antara G2B, G2C dan G2G yang disampaikan hanya berupa informasi saja dan tidak interaktif.

2. Kabupaten Bandung

Untuk menganalisa website ini menggunakan range antara 1-10 dan akses internetnya dilakukan pada jam 11.00. Alamat website ini www.bandung.go.id.

Keterangan range :

1 – 5 : tidak bagus

6 – 7 : cukup bagus

8 – 10 : bagus

No Unit Analisis Bobot

Nilai

Kategori Bobot

Nilai

Jumlah

Total

% Nilai

Total

1 Informasi menu utama dalam Website 25% Potensi daerah

Komoditas utama

Kualitas SDM

40%

27%

18%

 

 

100%

 

 

22,27%

2 Informasi tambahan dalam fasilitas Website 20% Tahap I

Tahap II

Tahap III

16%

 

21%

40%

 

 

100%

 

 

15,4%

3 Penyediaan hubungan 15% G2C
G2B

G2G

28%

27%

21%

 

 

100%

 

 

12,6%

4 Aksesibilitas 10% < 10 detik

10-30detik

>30 detik

 

 

100%

15%

 

100%

5 Design Animasi

Grafis

Teks lengkap

18%

21%

32%

 

 

 

 

 

 

100%

 

 

 

 

 

 

7,1%

6 Jumlah tingkatan informasi  

 

 

20%

1 Tingkat

2 Tingkat

3 Tingkat

4 Tingkat

15%

17,5%

17,5%

17,5%

 

 

 

100%

 

 

 

14%

Jumlah 100%   86,85%

Keterangan  :

  1. Potensi daerah adalah menginformasikan tentang kondisi kabupaten yang bersangutan seperti investasi, pariwisata dan penjualan hasil alam di daerah  kabupaten tersebut.

Nilai  bobot website ini : 10 dengan perhitungan 10/10 x 40%  =  40% kerena pada website ini [enjelasan yang mengenai potensi daerah ynag terdapat di kota Bandung denag rinci da menampilkan data-data yang akurat ,mulai dari bidang pariwisata, hotel, seni budaya, temapat rekreasi dan sebagainya yang terdapat pada kota Bandung.

Komoditas utama menjelaskan atau menginformasikan kekayaan alam yang terkandung di kabupaten tersebut yang berfungsi untuk menambah pemasukan dearah. Contohnya dalam sektor pertanian, kehutanan, pertambangan, perkebunana, sumber air perternakan, pariwisata, tempat belanja dan sebagainya.

Nilai bobot website ini : 9 dengan perhitungan 9/10 x 30% = 27% karena pada website ini  informasi mengenai hasil utama dari kota bandung dari bidang pariwisata di tampilkan secara terinci dan dengan perhitungan yang matang.

Kualitas SDM  ialah kualitas masyarakat pada kabupaten yang bersangkutan maksudnya latar pendidikan yang harus dimiliki pada setiap masyarakat supaya dalam penempatan karyawan pada suatu perusahaan lebih mudah dan sesuai dengan jenjang pendidikan yang mereka dapat.

Nilai bobot website ini  : 6/10 x 30% =18% karena dalam website ini kurang dalam menampilkan informasi kependudkan dan latar belakang pendidikan penduduk yang terdapat di kota Bandung.

Tahap I merupakan informasi tambahan mengenai pendidikan baik informasi pendidikan maupun ilmu pengetahuan secara umum maupun informasi pendidikan yang terdapat di daerah tersebut.

Nilai bobot website ini : kami beri nilai 8 dengan perhitungan 8­­/10 x 20% = 16 %, karena pada website ini sangat detail menampilkan informasi mengenai pendidikan maupun ilmu pengetahuan yang terdapat pada kota bandung.

Tahap II merupakan informasi tambahan mengenai perniagaan yang terdapat di kabupaten bandung.

Nilai bobot website ini : 7 dengan perhitungan 7/10 x 30% = 21%, karena dalam website ini sudah cukup menampilkan informasi mengenai perniagaan, tetapi masih kurang banyak informasi mengenai perniagaan dalam segala bidang.

Tahap III merupakan informasi tambahan baik informasi secara umum diluar dari kegiatan pemerintahan maupun informasi khusus yang berkaitan dengan kegiatan pemerintahan kabupaten.

Nilai bobot website ini: 8 dengan perhitungan 8/10 x 50% = 40%, karena secara keseluruhan informasi yang diberikan baik informasi secara umum ataupun memngenai kegiatan dalam pemerintahan Kota Bandung itu sendiri di tampilkan jelas dan up-to-date.

  1. G2C (goverment to customer) ialah website tersebut melakukan hubungan langsung ke masyarakat contohnya komunikasi secara online antara user dengan website kabupaten tersebut.

Nilai bobot website ini : 9/10 x 40% = 28% karena pada website ini menampilkan menu-menu yang mambuat interaksi anatara penduduk dengan pemerintah semakin baik.

G2B (goverment to business) ialah website tersebut melakukan kerjasama antara beberapa perusahaan untuk menghasilkan suatu keuntungan (bisnis). Contohnya dalam bidang pariwisata yang bekerjasama dengan perusahaan lain yang bersangkutan seperti penginapan dan travel agent.

Nilai bobot website ini : 9/10 x 30% = 27% karena pada website ini menampilkan beberapa link dengan temapat wisata maupun bekerja sama dengan perusahaaan swasta maupun Negara.

G2G (goverment to goverment) ialah website tersebut menjelaskan tentang kerjasama antara beberapa kabupaten lain.

Nilai bobot website ini : 7̸10 x 30% = 21% karena pada website ini sudah melakukan kerjasama antara lembaga pemerintah lainnya, walaupun terkadang link yang bersangkutan tidak terkoneksi dengan baik.

10.  Aksesibilitas adalah kecepatan jaringan untuk mengakses pada setiap menu.

Nilai bobot website ini : 10̸10 x 100% = 100% karena kecepatan aksesnya kurang dari 10 detik maka untuk kecepatan akses sudah bagus.

11.  Animasi adalah suatu benda atau gambar yang didesign untuk bergerak.

Nilai bobot website ini : 6/10 x 30% = 18% karena pada website ini kurang atraktif, tidak terdapat banyak animasi yang membantu menjelaskan nformasi dengan lebih menarik.

Teks lengkap ialah tulisan yang menjelaskan tentang website tersebut secara detail dan dalam penulisannya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

Nilai bobobt website ini : 8/10 x 40% = 32% karena informasi yang dibutuhkan user sudah cukup jelas dan mudah dimengerti dengan menggunakan pembahasan yang lengkap dan bahasa yang baku.

Grafis adalah gambar dengan perpaduan warna yang senada.

Nilai bobot website ini : 7 dengan perhitungan  7/10% x 30 = 21% karena pemilihan warna dan pelatakan struktur navigasi yang cukup baik tetapi masih kurang atraktif.

1Tingkat adalah persiapan, meliputi pembuatan situs informasi di setiap lembaga, penyiapan SDM, penyiapan sarana akses yang mudah, misalnya warnet dan lain – lain.

Nilai bobobt website ini : 6/10 x 25% = 15% karena kurang menampilkan informasi mengenai tempat public yang dapat digunakan untuk mengakses internet secara gratis.

2Tingkat adalah pematangan, meliputi pembuatan situs informasi public interaktif dan pembuatan antar muka keterhubungan dengan lembaga lain.

Nilai bobobt website ini : 7/10 x 25% = 17,5% karena pada situs website ini cukup menampilkan informasi secara interaktif dengan adanya poling, agenda, link download walaupun belum digunakan dengan maksimal.

3Tingkat adalah pemantapan, meliputi pembuatan situs informasi pelayanan public dan pembuatan interoperabilitas aplikasi dan data dengan lembaga lain.

Nilai bobobt website ini : 7̸10 x 25% = 17,5% karena pada situs website ini tidak ada transaksi layanan publik tetapi yang disajikan hanya berupa informasi saja.

4Tingkat adalah pemanfaatan, meliputi pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang bersifat G2G, G2B dan G2C.

Nilai bobobt website ini : 7̸10 x 25% = 17,5% karena hubungan antara G2B, G2C dan G2G yang disampaikan hanya berupa informasi saja dan tidak interaktif.

Kesimpulan dari analisa website ini bahwa website ini sudah cukup memadai dalam menyampaikan informasi tetapi masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki seperti kurangnya interaksi antara user seperti tidak adanya poling dan buku tamu yang berfungsi untuk memberikan saran, website ini juga tampilannya bersifat statis dan monoton atau terpaku hanya pada informasi saja, dalam hal design juga kurang variasi.

Dari hasil pengukuran dan analisis kinerja pada system pemerintahan dalam penerapan e-government kota Bandung dapat diambil kesimpulan bahwa pada pemanfaatan e-government kota Bandung belum secara maksimal dan efisien.Sehingga masih belum dapat terciptanya sistem informasi nasional yang terintegrasidan masih banyak fasilitas e-government yang kurang sepeti forum dan fasilitas-fasilitas yang dapat melakukan interaksi antara instansi pemerintahan dan masyarakatumum kota Bandung.

3. Kesimpulan dan Saran

3.1 Kesimpulan

Setelah dilakukan analisis mengenai dua website e- government tingkat kabupaten daerah ternyata dari kedua website tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, ternyata setelah dilakukan perhitungan website dari kabupaten Bogor yang memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan dengan kedua website lainnya, sehingga bisa dikatakan website Kabupaten Bogor menjadi yang terbaik dengan nilai 86,85% telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan berdasarkan ketetapan pemerintah mengenai e-government.

3.2 Saran

Diharapkan dilakukan perbaikan dari berbagai bidang untuk lebih meningkatkan kinerja pemerintah sehingga terjadi hubungan yang baik antara, pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat umum.

Daftar pustaka

  1. Pemerintahan elektronik (online), http://www.id.wikipedia.org/wiki/E-government
  2. Lilyusron, 4 januari 2010 analisis web e-government (online), http://www.id.wikipedia.org/wiki/E-government.
  3. Website resmi pemerintah kota bandung (online), http://www.bandung.go.id/
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 12, 2012 in categorized

 

ANALISIS WEBSITE ATM BCA DAN BNI

1. PENDAHULUAN

1.1 Pengenalan ATM

ATM (Automated Teller Machine di Indonesia terkadang merupakan singkatandari Anjungan Tunai MAndiri) adalah self service terminal yang dibuat khusus untuk melayani nasabah dalam melakukan transaksi perbankan. Oleh karena hal itu, ATM harus dapat melayani nasabah sepertinya layaknya seorang teller, walaupun hanya dibatasi untuk transaksi-transaksi tertentu saja. Transaksi yang dapat dilayani oleh ATM dapat berupa penarikan tunai, informasi saldo,, transaksi antar rekening (transfer ) dan pembayaran,seperti rekening telepon dan listrik.ATM pertama kali digunakan pada bulan Desember 1972 di Inggris; IBM 2984 dirancang sesuai permintaan dari Bank Lloyds.2984 CIT (Cash Issuing Terminal) merupakan jenis ATM sejati yang pertama yang sudah mirip dengan fungsi dari mesin pada  zaman sekarang. ATM  masih terdaftar  sebagai  merek  dagang  dari Lloyds TSB diInggris. Sebagian besar dari jenis 2984 dikirimkan ke bank Amerika Serikat.ATM tidak hanya ditempatkan di dekat atau di dalam lokasi bank, tetapi juga dilokasi – lokasi umum, seperti pusat perbelanjaan, bandara, toko kelontong, restoran, pompabensi, dll. Dari segi kemampuannya, ATM dapat dibedakan menjadi 2 jenis ATM, yaitu:

  1. Cash Dispenser

ATM ini hanya dapat digunakan untuk penarikan dan iqury. ATM jenis ini bisa juga disebutkan sebagai off  mesin  premis yang digunakan oleh lembaga keuangan dan juga ISO (Independent  Sales Organization).

  1. Multi Function

ATM ini dapat digunakan untuk penarikan, penyetoran, dan inquiry. Selain itu,dilengkapi juga dengan statement printer dan passbook printer.

ATM juga bisa dibedakan berdasarkan lokasi atau penempatan fisiknya, yaitu:

  • Lobby ATMb.
  • Through The Wall ATMc.
  • Vestibule ATMd.
  • Drive Up ATM

ATM kebanyakan terhubung ke jaringan antar bank, sehingga dapatmemungkinkan orang untukmenarik dan meyetorkan uang dari mesin bank lain (merekabelum menjadi nasabah di bank tersebut). Namun, ada bank yang memungut biayapenggunaan ATM. Biaya ini biasanya dikenakan kepada pengguna yang bukan nasabah dari bank tersebut.Namun, ada juga beberapa bank yang mengenakan nasabahnya biaya tersebut.

ATM terdiri dari harware dan software. Beberapa jenis hardware yang dimiliki olehsuatu ATM adalah sebagai berikut:

v  CPU, digunakan untuk mengontrol antarmuka pengguna dan perangkat transaksi.

v  Magnetic dan /atau Chip card reader, digunakan untuk mengidentifikasi pelanggan.

v  PIN pad , hampir sama dengan tampilan pada sebuah touch tone atau kalkulator.

v  Secure cryptoprocessor, umumnya di dalam sebuah ruangan yang aman.

v  Tampilan, digunakan pengguna untuk melakukan trransaksi.

v  Tombol function key ( biasanya dekat dengan tampilan/layar ) atau touch screen,digunakan untuk memilih berbagai aspek transaksi.

v  Record printer, diguanakan untuk memberikan catatan transaksi pengguna.

v  Vault, digunakan untuk menyimpan bagian – bagian dari mesin yang dibutuhkanakses terbatas.

v  Housing, sebagai estetika.

v  Dispenser/Presenter, mesin penarik/penghisap dari kotak uang di dalam ATM.

v  Fix Disk Drive, untuk menyimpan software ATM dan parameter-parametenya.

v  Floppy Disk Drive, untuk melakukan install software ATM atau untuk keperluanback-up data transaksi ATM.

Sedangkan software dari suatu ATM terdiri dari:

  • Programmable ATM Software (APS)
  • NCR Direc Connect (NDC)
  • NDC Diebold Emulation
  • IBM Message Compatible (IMC)

v  NCR IBM Compatible (NIC)

Suatu ATM akan dikendalikan oleh komputer pusat yang disebut host. Host merupakan seperangkat komputer yang dilengkapi dengan perangkat lunak yang disebutATM Controller. Seluruh transaksi yang dilakukan ATM harus dengan persetujuan host.Perangkat lunak ini akan mengendalika seluruh transaksi yang dilakukan melalui ATM.Beberapa jebis perangkat lunak ATM Controller adalah switch arei, interlink/sparrow,base24, on/2, on/x, SEB10, systematis, OCM 24, dan ASSET.

1.2 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pengguna

Tjiptono (1996) mengatakan bahwa ketidak puasan pelanggan / pengguna disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan hal-halyang dapat dikendalikan oleh perusahaan, contohnya kerusakan pada mesin ATM,penyediaan uang di dalam ATM, dll. Sebaliknya, faktor internal merupakan segala suatuyang diluar kendali dari perusahaan, misalnya aktivitas kriminal, masalah probadipengguna ATM, dll.

Faktor  pendukung  kepuasaan  pengguna yang  tidak  kalah pentingnya adalah faktor kesadaran para pejabat atau petugas yang berkecimpung dalam pelayanan umum, faktoraturan yang menjadi landasan kerja pelayanan, faktor organisasi yang merupakan alat sertasistem yang memungkinkan berjalannya mekanisme kegiatan pelayanan, faktor pendapatanyang dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum, faktor keterampilan petugas, dan faktorsarana dalam pelaksanaan tugas pelayanan.

Dari uraian di atas, maka dapat ditetapkan beberapa faktor yang ada relevansinyadengan makalah ini dan disesuaikan dengan analisis yang diteliti, yaitu:

  1. Faktor wujud penampilan (tangible). Penampilan fasilitas fisik, peralatan,personel dan media komunikasi
  2. Faktor kehandalan (reliability). Kemampuan untuk melaksanakan jasa yangdijanjikan dengan tepat dan terpercaya.
  3. Faktor daya tanggap (responsivenes). Kemampuan untuk membantu konsumendan memberikan jasa dan cepat atau ketanggapan.
  4. Faktor jaminan atau kepastian (assurance). Kemampuan untuk menimbulkankepercayaan dan keyakinan.
  5. Faktor kepedulian (emphaty). Syarat untuk peduli, memberi perhatian pribadibagi konsumen.

Beberapa  penelitian  yang  mengkaji  tentang  factor – factor  yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih jasa ATM diantaranya adalah Kaynak (2004), yangmengulas tentang sikap konsumen Amerika terhadap bank komersial. Hasil  penelitiannya  menyebutkan bahwa terdapat tiga atribut penting yang menjadi pertimbangan5konsumen, yaitu: ketersediaan ATM, pelayanan yang cepat dan efisien, serta responpetugas yang cepat. Almossawi (1991) mengidentifikasi lima atribut penting yangdipertimbangkan konsumen, yaitu :

  1. Lokasi ATM yang mudah dijangkau,
  2. Ketersediaan ATM dibeberapa lokasi
  3. Reputasi bank,
  4. Layanan ATM 24 jam, dan
  5. .Ketersediaan tempat parkir yang memadai.

Shekels Limited (2006) melakukan survey untuk mengkaji tentang faktor-faktoryang mendasari seseorang untuk memilih ATM. Hasil survey tersebut menunjukkan bahwafaktor pemahaman terhadap ATM; keinginan, alasan dan pola penggunaan ATMmerupakan faktor utama yang mendasari seseorang untuk memilih ATM, dengan rinciansebanyak 88% responden memahami tentang ATM, 72% mempunyai keinginan untuk menggunakan ATM, 77% responden yang menggunakan ATM mengemukakan alasankemudahan akses dalam penggunaan ATM dan sebanyak 13% responden untuk menghindari antrian. Pola penggunaan ATM terbanyak dilakukan sekali dalam seminggu(sebanyak 28% responden). Permanasari dan Hermana (2005) menyebutkan bahwakeinginan menggunakan ATM lebih dipengaruhi oleh tingkat kemudahan penggunaanATM dibandingkan dengan tingkat manfaatnya.

1.3   Pengukuran Perangkat Lunak

Kualitas perangkat lunak (software quality) adalah tema kajian dan penelitian turuntemurun dalam sejarah ilmu rekayasa perangkat lunak (software engineering). Kajiandimulai dari apa yang akan diukur (apakah proses atau produk), apakah memang perangkatlunak bisa diukur, sudut pandang pengukur dan bagaimana menentukan parameterpengukuran kualitas perangkat lunak.

Bagaimanapun juga mengukur kualitas perangkat lunak memang bukan pekerjaanyang mudah. Jika seseorang memberikan nilai sangat baik terhadap sebuah perangkatlunak, maka orang lain belum tentu mengatakan hal yang sama. Perbedaan tersebut terjadikarena adanya perbedaan sudut pandang. Sudut pandang seseorang tersebut mungkinberorientasi ke satu sisi masalah (misalnya tentang reliabilitas dan efisiensi perangkatlunak), sedangkan orang lain yang menyatakan bahwa perangkat lunak itu buruk menggunakan sudut pandang yang lain lagi (usabilitas dan aspek desain)

Kualitas perangkat lunak dapat dilihat dari sudut pandang proses pengembanganperangkat lunak (  process ) dan hasil produk yang dihasilkan ( product ). Penilaian inimemiliki orientasi akhir, yaitu bagaimana suatu perangkat lunak dapat dikembangkansesuai dengan yang diharapkan oleh pengguna. Hal ini berangkat dari pengertian kualitas ( quality) menurut IEEE Standard Glossary of Software Engineering Technologyyangdikatakan sebagai:

“The degree to which a system, component, or process meets customer or user needs or expectation”.

Tabel 1.1 Sudut Pandang Pengukuran Kualitas Software

Point Of View

Comformance

Improvement

Product ISO9126 Best Practise
Process ISO9001 CMM,SPICE,BOOTSTRAP

Dari sudut pandang produk, pengukuran kualitas perangkat lunak dapat menggunakan standard dari ISO 9126 atau best practice yang dikembangkan para praktisidan pengembang perangkat lunak. Taksonomi McCall adalah best practice yang cukupterkenal dan diterima banyak pihak, ditulis oleh J.A. McCall dalam technical report yangdipublikasikan tahun 1977

Di lain pihak, dari sudut pandang proses, standard ISO 9001 dapat digunakan untuk mengukur kualitas perangkat lunak. Dan diskusi tentang ini berkembang dengan munculnya tema kajian tentang CMM (The Capability Maturity Model yang dikembangkan di Software Engineering Institute, Carnegie Mellon University sertabeberapa kajianlain seperti SPICE (Software Process Improvement and Capability Determination) dan BOOTSTRAP. CMM, SPICE dan BOOTSTRAP mengukur kualitasperangkat lunak dari seberapa matang proses pengembangannya.

1.4 Parameter Dan Metode Pengukuran

1.4.1 Perangkat Lunak

When you can measure what you are speaking about, and express it in numbers, you know something about it. But when you can not measure it, when you can not express it in numbers, your knowledge is of a meagre and unsatisfactory kind. (Lord Kelvin)

Pendekatan engineering menginginkan bahwa kualitas perangkat lunak ini dapatdiukur secara kuantitatif, dalam bentuk angka-angka yang mudah dipahami oleh manusia.Untuk itu perlu ditentukan parameter atau atribut pengukuran. Menurut taksonomi McCall,atribut tersusun secara hirarkis, dimana level atas (high-level attribute) disebut faktor( factor ), dan level bawah (low-level attribute) disebut dengan kriteria (criteria). Faktormenunjukkan atribut kualitas produk dilihat dari sudut pandang pengguna. Sedangkankriteria adalah parameter kualitas produk dilihat dari sudut pandang perangkat lunaknyasendiri. Faktor dan kriteria ini memiliki hubungan sebab akibat (cause-effect ). Tabel 1.2 menunjukkan daftar lengkap faktor dan kriteria dalam kualitas perangkat lunak menurut McCall .

Tabel 1.2 Faktor Dan Kriteria Dalam Kualitas Perangkat Lunak

Quality Factor (effect)

Correctness

Quality Criteria (cause)

meaning

Compleness

Derajat pencapaian implementasi penug dari fungsi –fungsi  yang di butuhkan

Consistency

Penggunaan untuk teknik dokuumentasi dan perancangan yang seragam

traceability

Kemampuan untuk menelusuri representasi perancangan atau komonen program actual, kembali ke kebutuhan.

reability

Accuracy

Presisi komputasi dan pengontrolan

Error tolerance

Akibat yang timbul pada saat program menemui kesalahan

consistency

Simplicity

Derajat dimana program dapat dimengerti dengan mudah

Efficiency

Execution efficiency storage efficiency

Kinerja waktu eksekusi pada programintegrity

Access control , access audit

Usability

communicativeness

Operability

Kemudahan pengoperasian program.

Training

Derajat dimana perangakat lunak dapat membantu pengguna ynag baru dalam mengaplikasikan sistem

Maintainability

Consistency conciseness simpility

Kepadatan program dalam lines of code

Modularity

Kemandirian fungsional dari komponen program

Self-documentation

Derajat dimana source code menyediakan dokumntasi yang berarti

Flexibility

expandability

Derajat dimana perancangan terprosedur, data dan arsitektur dapat di perluas.

Generality

Kelonggaran aplikasi dari komponen program

Modularity, self-documentation

Testability

Simpilicity, modularity

Instrumentation

Derajat dimana program memonitor operasinya sendiri dan mengidentifikasikan kesalahan-kesalahan yang timbul

Portability

Self-documentation software system independencce

Derajat dimana program berdiri sendiri fitur bahasa pemprograman, karakteristik sistem pengoperasian dan batasan lainnya yang tidak standar.

Hardware independence

Derajat dimana perangkat lunak dipisahkan dari perangkat keras yang mengoperasikannya.

Modularity self-documentation

Reusability

Generality, software system independence, hardware independence, modularity self-documentation

interoperability

Communication commanality

Derajat penggunaan interface, protocol dan bandwich yang standar

Data commanality

Penggunaan stuktur dan tipe data standar

modularity

Keterangan:

v  Correctness : besarnya program dapat memuaskan spesifikasi dan objektivitas darimisi pelanggan

v  Reliability : besarnya program dapat diharapkan memenuhi fungsi- fungsi yangdikehendaki

v  Efficiency  :  jumlah sumber-sumber dan kode yg dibutuhkan program untuk menjalankan fungsi-fungsi.

v  Integrit y : besarnya pengontrolan pengaksesan oleh seseorang yang tidak mempunyai otorisasi terhadap perangkat lunak atau data.

v  Usability : usah (effort ) yang dibutuhkan untuk mempelajari, mengoperasikan,menyiapkan input dan mengintepretasikan output program.

v   Maintainability : usaha yang dibutuhkan untuk menempatkan dan menetapkansuatu kesalahan pada program.

v  Flexibility : usaha yang dibutuhkan untuk memodifikasi program yang dioperasikan.

v  Testability : usaha yang dibutuhkan untuk menguji program dan menjamin telahdijalankannya program yang diharapkan.

v  Portability : usaha yang dibutuhkan untuk mentransfer program dari lingkungansistem per.lunak dan per.keras ke lingkungan lain.

v   Reusability : besarnya program dapat digunakan oleh aplikasi lain.

v   Interoperability : usaha yang dibutuhkan untuk memasangkan satu sistem denganyang lain.

Kualitas software diukur dengan metode penjumlahan dari keseluruhan kriteriadalam suatu faktor sesuai dengan bobot (weight ) yang telah ditetapkan. Rumus pengukuranyang digunakan adalah:

Fa= w1c1+ w2c2+ … + wncn

Dimana:

Fa adalah nilai total dari faktor a

Wi adalah bobot untuk kriteria i

Ci adalah nilai untuk kriteria i

Kemudian tahapan yang harus kita tempuh dalam pengukuran adalah sebagai berikut:

Tahap 1: Tentukan kriteria yang digunakan untuk mengukur suatu factor

Tahap 2: Tentukan bobot(w) dari setiap kriteria (biasanya 0 <= w <= 1).

Tahap 3: Tentukan skala dari nilai kriteria (misalnya, 0 <= nilai kriteria <= 10).

Tahap 4: Berikan nilai pada tiap kriteria.

Tahap 5: Hitung nilai total dengan rumus Fa= w1c1+ w2c2+ … + wncn

 

1.4.2 ATM

Pengukuran kualitas suatu ATM masih menggunakan data-data yang terdapat padatabel 1.2. Namun, tidak semua faktor dan kategori yang dipergunakan. Kelompok kamiberpendapat bahwa ada 7 faktor dari 11 faktor yang akan dipergunakan untuk mengukurkualitas ATM, yaitu:correctness, useability, integrity, testability, reliability, efficiency, danreusability. Kami merasa bahwa keempat faktor yang lain tidak tepat sebagai faktor didalam mengukur kualitas ATM dari sudut pandang penggunanya

Kategori – kategori dari setiap faktor pada tabel 1.2 juga tidak dipergunakansemuanya. Hal ini dikarenakan kategori-kategori tersebut harus disesuaikan dengan kualitas ATM yang akan diukur dari sudut pandang penggunanya. Faktor – faktor yangkategorinya berbeda dari tabel 1.2 adalah integrity, dan Reusability.

Kategori untuk faktor integrity yang  di pergunakan  adalah access control,karena seorang pengguna hanya dapat  mengontrol akses penggunaan ATM-nya  dengan membuat dan mengubah PIN-nya. Pengguna tidak dapat melakukan akses audit atau pemeriksaan terhadap ATM.

Untuk faktor reusability, kami tidak mempergunakan satu kategori pun dari faktorini. Hal ini dikarenakan kami hanya meniai dari ada tidaknya fasilitas dari ATM tersebutuntuk dapat dipergunakan oleh aplikasi lain di media yang berbeda,misalnya mobile  banking , SMS banking, dll. Kelompok kami tidak samapi mengecek bagaiman aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan di media lain.

Tabel 1.3 akan menjelaskan faktor dan kriteria yang kami pergunakan untuk mengukur kualitas dari suatu ATM.Tabel

1.3 Faktor Dan Kriteria Kualitas ATM

Quality Factor (effect)

Correctness

Quality Criteria (cause)

meaning

Compleness

Kelengakapan layanan yang di berikan ATM

Consistency

Kekonsistenan penggunaan bahas , tampilan, pengguna menu ATM

traceability

Struktur pembayaran menu layanan ATM

Usability

communicativeness

Adanya komunikasi antara pengguna dan ATM

Operability

Kemudahan pengguanaanmenu layanan ATM.

Training

Pengguanan baru mamapu menggunakan layanan di ATM.

Integrity

Access control

Peneontrolan akses pengguana ATM

Testability

Simpilicity, modularity

Kemudahan penngguana untuk melakukan transaksi, kesesuain menu layanan yang di sediakan dengan isi atau pengguanannya

Instrumentation,

Penecekan kesalahan misalnya PIN

Reability

Accuracy

Pemakaian dan pengecekan saldo dari ATM

Error tolwrancy

Kesalahn pengguanan PIN

Consistency

Kekonsistenan layanan yang diberikan ATM

Simpility

Kemudahahn pengguana menggunakan layanan ATM

Efficiency

Execution efficiency

Kecepatan proses transaksi pengguna yang dilakukan di ATM

Storange efficiency

Penyediaan uang di ATM

Reusability

Ketersediaan fasilitas pengaktufan aplikasi lain yang dipergunakan dimedia lain.

Quality Factor (effect)

Correctness

Quality Criteria (cause)

meaning

Compleness

Kelengakapan layanan yang di berikan ATM

Consistency

Kekonsistenan penggunaan bahas , tampilan, pengguna menu ATM

traceability

Struktur pembayaran menu layanan ATM

Usability

communicativeness

Adanya komunikasi antara pengguna dan ATM

Operability

Kemudahan pengguanaanmenu layanan ATM.

Training

Pengguanan baru mamapu menggunakan layanan di ATM.

Integrity

Access control

Peneontrolan akses pengguana ATM

Testability

Simpilicity, modularity

Kemudahan penngguana untuk melakukan transaksi, kesesuain menu layanan yang di sediakan dengan isi atau pengguanannya

Instrumentation,

Penecekan kesalahan misalnya PIN

Reability

Accuracy

Pemakaian dan pengecekan saldo dari ATM

Error tolwrancy

Kesalahn pengguanan PIN

Consistency

Kekonsistenan layanan yang diberikan ATM

Simpility

Kemudahahn pengguana menggunakan layanan ATM

Efficiency

Execution efficiency

Kecepatan proses transaksi pengguna yang dilakukan di ATM

Storange efficiency

Penyediaan uang di ATM

Reusability

Ketersediaan fasilitas pengaktufan aplikasi lain yang dipergunakan dimedia lain.

Dari data tabel 1.3, maka kami menetapkan bobot nilai dari masing – masing faktorkualitas ATM dan nilai bobot kategori dari faktor yang dipergunakan. Nilai bobot tersebutakan diperlihatkan pada tabel 1.4.

Tabel 1.4 Bobot Nilai Kualitas ATM

No

Faktor  Analisis

Bobot

Nilai Max

Kategori

Bobot Nilai (w)(0-1)

Nilai

(c)

Nilai Total
1

correctness

20%

Complete

Consistency

Traceability

0,9

0,6

0,5

w x c

2

Useability

20%

Comminocativeness

operability

training

0,5

0,7

0,8

w x c

3

Integrity

15%

Access control

1

w x c

4

Testability

15% Simpilicity

modularity

instrumentation

self-documentation

0,5

0,3

0,3

0,4

w x c

5

reliability

10% accuracy

error tolerance

consistency

simplicity

0,4

0,3

0,1

0,2

w x c

6

Efficiency

10%

Execution efficiently

Storage efficiently

0,5

0,5

w x c

7

Reusability

10%

 –

1

w x c

Jumlah

100%

∑ (wxc)

2. ANALISIS KUALITAS LAYANAN ATM BCA

Atm BCA yang digunakan untuk keperluan analisis ini berlokasi di KCP BCA Kelapa Dua. Untuk tampilan awal adalah sajian mengenai iklan yang berhubungan dengan produk jasa Bank BCA.

2.1 Persepsi Kualitas Layanan Dari ATM BCA

2.1.1 Penampilan (Tangibles)

Dari segi tempat, karena masih baru ATM ini khusus hanya untuk bank BCA saja. Terdapat  dua buah ATM BCA yaitu satu untuk pecahan RP. 50.000  dan pecahan RP.100.ooo. Pada saat dilakukan analisis suasananya sepi (tanpa antrian) sehingga pengamatanuntuk menu layanan dilakukan seobjektif mungkin.

Informasi yang ada diberikan untuk tahap awal adalah posisi letak kartu. Hal inidilakukan untuk mengantisipasi user  salah meletakkan kartu. Ketika user sudah  memasukkan kartu kemudian mesin akan meminta pengguna untuk memasukkan PIN.

2.1.2 Kehandalan ( Reliability)

Menu atau aplikasi yang terdapat pada ATM sudah dipergunakan sesuai denganfungsinya dan dibuat secara terstruktur. ATM BCA memiliki 8 menu utama yaitu menuinformasi saldo, penarikan tunai, transfer, voucher isi ulang, pembayaran, ganti PIN,informasi kurs dan pembelian. Menu-menu tersebut dapat dilihat dari skema yang ditampilkan gambar 2.

ATM BCA memberikan layanan yang beragam dan lengkap seperti informasisaldo, penarikan tunai, transfer ke sesama rekening bank BCA dan bank lain yangmelakukan kerja sama dengan bank BCA tetapi khusus untuk Bank Mandiri dan BCAtidak bisa transfer. Selain itu ada juga fasilitas untuk melakukan pembayaran misalnyakartu kredit untuk beberapa bank misalnya HSBC, pembayaran kartu intenet, listrik&PLN,air PAM, pajak, pinjaman, tv langganan, sosial yaitu untuk zakat, infaq, shadaqah,pendidikan tapi untuk layanan ini khusus untuk BPK Penabur saja, asuransi hanya untuk asuransi Prudential. Fasilitas lainnya adalah informasi kurs yang memberi informasi nilai jual dan beli kurs untuk mata uang USG dan SGD dalam rupiah. Fasilitas lain adalah pembelian yang memungkinkan pengguna untuk membeli reksadana, tiket/vouchercontohnya tiket untuk pesawat garuda dan kartu blizt, saham.

Fasilitas-fasilitas tersebut memberikan kemudahan bagi pengguna atm karenasekali datang ke atm hal yang bisa terselesaikan. Untuk pengoperasian menunya jugasederhana. Misalnya untuk transfer ke rekening BCA hanya memasukkan no rekeningyang dituju dan jumlah transaksi setelah itu akan ada konfirmasi tentang no rekeningtujuan, atas nama si penerima dan jumlah transaksi untuk selanjutnya diproses.

Fasilitas tersebut akan disertai penyataan legal sebelum proses aktivasi dilakukan.Fasilitas lain yang terdapat selain di menu utama adalah daftar e-banking/ autodebet yaitu fasilitas untuk layanan internet banking, mobile banking, isi ulang pulsapengguna diminta untuk memasukkan no.handphone

, autodebet, sms BCA

Kecepatan  akses  yang  dimiliki  oleh  ATM BCA sudah cukup cepat, hanya dalam satuan detik saja. Untuk proses pergantian PIN misalnya, waktu yang diperlukan untuk memasukkan PIN baru sampai PIN berhasil dirubah adalah 9 detik. Waktu untuk pengecekan saldo hanya 1 detik. Hal ini sudah pasti sangat memberikan kepuasaan untuk setiap penggunanya. Untuk penjelasan mengenai fasilitas-fasilitas pada ATM terdapat padagambar 4,5 dan 6.Selain layanan yang beragam, menu yang dibuat terstruktur dan mudah dalampengoperasiannya, kecepatan akses yang cepat. ATM BCA ini memberikan layanan 24 jam dan kartunya dapat dipergunakan sebagai debet card  (kartu belanja). ATM ini juga menyediakan self – documentation  bagi para penggunanya berupa selembar kertas. Kertas tersebut dapat berisi jumlah saldo terakhir, besar transaksi yang dilakukan.

Kekurangan pada ATM BCA adalah tidak ada pilihan layanan dalam bahasaInggris. Kemudian setiap tansaksi hanya ada proses maju tidak ada menu untuk kembali kemenu sebelum transaksi dilakukan atau menu utama. Akibatnya ingin melakukan banyak transaksi maka kartu akan sering keluar masuk.

 

2.1.3 Daya Tanggap (Responsiveness)

Layanan yang terdapat di dalam ATM BCA ini sudah berjalan sesuai denganfungsinya..Setiap menu layanan tersebut telah berkaitan dengan submenu-nya, tidak ditemukan layanan lain di dalamnya. Dapat diambil contoh yaitu pada menu layananpembayaran,submenu dalam layanan pembayaran sudah sesuai dan tidak ada yangmenyimpang. Hal ini juga berlaku untuk layanan lain yang disediakan oleh ATM ini.

Pengguna yang ingin memanfaatkan ATM ini telah diarahkan secara baik hingga berhasil melakukan transaksi yang diinginkannya. Fitur – fitur  yang  ada pada mesin ATM inipun sudah userfriendly dan memberikan informasi kepada penggunanya secara lengkap.Pengguna tidak akan mengalami kebingungan pada saat mempergunakan mesin ini untuk menyelesaikan permasalahan yang dimilikinya.

Waktu transaksi yang dilakukan nasabah pada ATM ini tergolong cukup cepat, karenawaktu yang diperlukan masih dalam hitungan detik saja. Setiap layanan pada ATM jugasudah direspon dengan baik atau dengan kata lain mesin ATM BCA ini juga komunikatif.

dengan penggunanya. Misalnya pada saat pengguna melakukan pengecekan informasisaldo, mesin akan menginformasikan apakah pelanggan ingin mencetak print-out informasisaldo tersebut atau tidak, atau setelah kita memasukkan kartu dan menginput pin, dilayar ATM tertera pertanyaan, dilanjutkan (ke transaksi berikutnya) atau tidak (batal).

Mesin ATM ini juga memiliki peringatan (warning), biasanya peringatan ini dikarenakan pengguna terlalu lama dalam menginput data transaksi.Bentuk dari peringatan ini berupa bunyi dari mesin ATM.Waktu warning pada transaksi ini adalah 42detik.

2.1.4 Kepastian ( Assurance)

Setiap ATM hanya akan melayani pelanggan yang memiliki kartu ATM yangbersangkutan dan memasukkan nomor PIN dengan benar. Disini kita membahas ATM BCA, pengguna harus memiliki kartu ATM BCA dan menginput nomor PIN ATM nyadengan benar. Jika pelanggan tidak berhasil memasukkan nomor PIN-nya, maka mesinakan memberikan peringatan dan menu layanan tidak akan ditampilkan  ke layar. Kesempatan  yang  diberikan  untuk  memasukkan  nomor  PIN  adalah  sebanyak  3  kali. Lebih dari 3 kali, maka kartu ATM otomatis akan terblokir.

Setiap pengguna  yang  melakukan  transaksi pembayaran, saldo  mereka  akan berkurang sesuai dengan besar transaksi yang dilakukan. Perhitungan yang dilakukan secara tepat atau akurat. Saldo dari si pengguna tidak akan berubah dengan sendirinya, jikasi pengguna tidak melakukan transaksi dan pihak bank belum memberikan bunga ataupotongan pajak. Dengan kata lain, transaksi yang dilakukan dengan mesin ATM BCA iniakan menghasilkan nominal atau hasil yang sama dengan transaksi yang dilakukanlangsung di bank BCA yang bersangkutan.

 2.1.5 Kepedulian (Emphaty)

Mesin ATM BCA ini sudah memperhatikan kepentingan penggunanya yang berupapemberitahuan atau peringataN, baik dalam bentuk audio maupun visual. Contohnya padamesin ATM tertera tulisan yang mengingatkan nasabah untuk tidak meninggalkan ATM sebelum kartu yang digunakan untuk transaksi selesai dikeluarkan.Adapun peringatan – peringatan lain yang berupa audio, yaitu berupa peringatan bunyi saat pengguna tidak melakukan transaksi apapun padahal pengguna belum selesai bertransaksi.

Pada mesin ATM BCA ini pun terdapat layanan – layanan info pada halamanutamanya,sebelum pengguna memasukkan kartu ATM. Layanan tersebut berupa informasimengenai produk atau layanan bank yang bersangkutan,dalam hal ini Bank BCA.

2.2  Perhitungan  Analisis Kualitas Layanan ATM  BCA

Perhitungan analisis kualitas pelayanan yang diberikan terhadap ATM BCA inidikelompokkan ke dalam 7 faktor. Nilai dari ketujuh faktor tersebut akan ditampilkandalam tabel 3 berikut ini:

Tabel 3.1 Hasil Analisis dari Kualitas Layanan ATM BCA

No

Faktor  Analisis

Bobot

Nilai Max

Kategori

Bobot Nilai (0-1)

Nilai

(1-10)

Nilai Total
1

correctness

20%

Complete

Consistency

Traceability

0,9

0,6

0,5

10

8

0,5

17,8%

2

Useability

20%

Comminocativeness

operability

training

0,5

0,7

0,8

10

10

10

20%

3

Integrity

15%

Access control

1

10

15%

4

Testability

15%

Simpilicity

modularity

instrumentation

self-documentation

0,5

0,3

0,3

0,4

9

10

10

10

14,5%

5

reliability

10%

accuracy

error tolerance

consistency

simplicity

0,4

0,3

0,1

0,2

10

10

9

10

9,8%

6

Efficiency

10%

Execution efficiently

Storage efficiently

0,5

0,5

10

10

10%

7

Reusability

10%

 1

1

10

10%

Jumlah

100%

97,7%

Keterangan range:

1-5: tidak bagus

6-7 : cukup bagus

8-10 : bagus

Keterangan Tabel:

  1. Faktor Corectness Dari ATM BCA
  • Complete : Nilai yang diberikan terhadap ATM BCA ini adalah 10.ATM ini sudah memberikan layanan yang lengkap, seperti informasi saldo,penarikan tunai, transfer, voucher isi ulang, pembayaran, ganti PIN,informasi kurs dan pembelian.
  • Consistency : Nilai yang diberikan terhadap ATM BCA ini adalah 8.ATM ini sudah untuk menu tertentu misalnya voucher isi ulang beberapasub menunya terdapat juga di menu pembelian serta bahasa yangdipergunakan juga mudah dimengerti oleh setiap penggunanya.
  • Traceability: Nilai yang diberikan terhadap ATM BCA ini adalah 8.ATM ini memiliki menu – menu yang disusun secara terstruktur dan jelaskegunaan dari setiap menu tetapi ada kekurangan pada tahap ini yaitutombol untuk kembali tidak ada.
  1. Faktor Useability Dari ATM BCA

v  Communicativeness : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 10.ATM BCA ini merupakan suatu mesin yang komunikatif denganpelanggannya. Mesin ini memberikan pertanyaan yang harus dijawab sipengguna dengan menekan tombol yang diberikan teks oleh mesin. Dengankata lain, si pengguna merasa seolah – olah berhadapan dengan benda hidup. Pertanyaan yang diajukan, misalnya: “Perlu Transaksi Lain?”, “PerluTambahan Waktu?”.

v  Operability : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 10.ATM BCA ini sudah menyediakan menu – menu yang kegunaannya sudahdapat diketahui dan dimengerti oleh si pengguna. Tidak ada menu layananyang disediakan memiliki fungsi yang ambigu atau membingungkanpengguna. Hal tersebut membuat pengoperasian transaksi yang dibutuhkanoleh pengguna dapat dilakukan dengan mudah, walaupun hanya denganmembaca teks atau petunjuk yang ada di layar.

v  Training : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 10.Setiap pengguna dapat mempergunakan ATM BCA, sekalipun pengguna itubelum pernah menggunakan ATM. Mesin ini sudah memberikan informasibagaimana cara memasukkan kartu ATM ke mesin. Instruksi –  instruksiyang disediakan pada layar dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna.

  1. Faktorr Integrity Dari ATM BCA
  • Access Control : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah10.Sama dengan ATM yang lain, pengguna ATM BCA ini dapatmengontrol akses penggunaan kartu ATM-nya dengan menggunakan PIN.PIN tersebut dapat diganti oleh pengguna setiap kali bertransaksi, sesuaikeinginannya. Mesin ATM BCA juga memberikan layanan memasukkanPIN dua kali untuk setiap transaksi.

 

4. Faktor Testability Dari ATM BCA

v  Simplicity : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah9. Menu layanan yang ditampilkan pada layar ATM sudah dibuat dengansangat jelas dan baik. Pengguna dapat dengan mudah menemukan transaksiyang diinginkan dengan membaca teks yang ditampilkan di layar mesin.Misalnya: pengguna ingin membayar asuransi. Pengguna menekan tombolpembayaran, kemudian menekan tombol prudential. Terakhir penggunamemasukkan kode bayar + no. bayar/SPA

v   Modularity : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah10. Menu layanan utama yang diberikan oleh ATM BCA ada delapan menudan ditambah menu daftar e-banking/autodebet. Dari semua menu itu, tidak ada menu yang memiliki funsi yang membingungkan pengguna. Karena sub-sub menu yang ada pada setiap menu, memiliki tujuan yang samadengan menu utama. Misalnya Pembayaran, sub menu-nya adalah kartukredit, telepon/hp, dll.

v   Instrumentation : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah10. ATM BCA ini akan melayani pengguna yang sudah memasukkan PIN-nya dengan benar. Jika PIN tidak benar, maka inforamsi kesalahan akanditampilkan ke layar.

v  Self-documentation : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah10. ATM BCA ini memberikan self-documentation kepada penggunanyadalam bentuk selembar kertas berwarna putih. Kertas ini dapat diperolehsetiap kali pengguna melakukan transaksi penarikan tunai, pembayaran, dantranfer

5.  Faktor  Reliability Dari ATM BCA

  • Accuracy : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 10.Ketepatan perhitungan saldo dari ATM BCA sudah akurat. Jika penggunamelakukan transaksi penarikan atau pembayaran melalui ATM, maka saldosi pengguna akan dipotong sebesar transaksi yang dilakukannya. Dengankata lain, transaksi yang dilakukan pada ATM akan memiliki hasil yangsama dengan transaksi yang dilakukan di BCA langsung.
  •  Error Tolerance : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 10.Jika pengguna salah memasukkan nomor PIN-nya, maka mesin akanmemberikan kesempatan sebanyak 3 kali untuk mencobanya. Lebih darikesempatan yang diberikan, kartu ATM pengguna akan terblokir secaralangsung. Pada saat melakukan transaksi transfer, di akhir prosestransaksinya, pengguna akan diberikan konfirmasi tentang no. rekeningtujuan, nama penerima dan jumlah dana yang akan ditransfer.
  • Consistency : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 8.Mesin ATM BCA ini sudah konsisten dari segi penyediaan uang, tampilandan menu layanan yang disediakan. Faktor tersebut mungkin dikarenakankondisi mesin atm yang masih baru dan terpisah dari atm bank lain.
  • Simplicity : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 10.Menu layanan yang terdapat di dalam ATM ini sudah mudah digunakanoleh penggunanya. Hal ini menu dibuat dengan bahasa baku dan terstruktur.

 

6. Faktor  Efficiency Dari ATM BCA

v  Execution Efficiently : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 5.Waktu yang diperlukan oleh setiap proses transaksi yang dimiliki oleh ATMBCA ini sangat cepat. Hal ini dikarenakan waktu proses dari setiap transaksisecara keseluruhan, hanya terhitung dalam satuan detik saja. Misalnya,waktu yang diperlukan untuk informasi saldo adalah 1 detik. Waktu untuk merubah PIN pengguna adalah 9 detik

v  Storage Efficiency : Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 5.Berhubung ATM BCA tersebut masih baru dan satu gedung dengan bank BCA maka uang selalu ada.

7. Faktor ReusabilityDari ATM BCA

Nilai yang diberikan kepada ATM BCA ini adalah 10. ATM BCA ini memilikimenu daftar e-bangking/autodebet. Menu menyediakan 5 submenu, yaitu internetbanking, mobile banking, isi ulang pulsa, autodebet, SMS BCA. Dengan adanyamenu ini, pengguna dapat melakukan transaksi melalui media lain, misalnya handphone, internet.

3. ANALISIS KUALITAS PELAYANAN ATM BNI

ATM BNI yang dipergunakan untuk mendapatkan data – data analisis adalah ATMBNI yang terdapat di Golden Steak Cafe Kelapa Dua Depok. Tampilan dari layar ATM ini sudah baik, begitu juga informasi atau aplikasi yang disediakan oleh ATM ini juga sudah lengkap.

3.1 Persepsi Kualitas Layanan Dari ATM BNI

3.1.1 Penampilan (Tangibles)

Penampilan ATM BNI di lokasi ini sudah terlihat baik. Luas ruangannya jugasudah sangat memadai. Namun, di dalam ruangan tersebut ada terdapat 2 buah ATM daribank lain yang tidak diberi sekat pemisah antara  satu dengan yang  lainnya. Ruangan tersebut hanya memiliki satu pintu, akibatnya pengguna dari ketiga ATM tersebut harusmengantri di antrian yang sama

Layar ATM ini akan selalu memberikan informasi walaupun tidakdigunakan.Informasi tersebut biasanya dalam bentuk gambar atau teks. Informasi yang ditampilkandalam bentuk gambar, biasanya berupa iklan mengenai produk atau layanan yangdisediakan oleh BNI. Informasi berbentuk teks yang ditampilkan di layar , misalnya adalah nomor telepon dari BNI Call, dan nomor telepon layanan teleplus untuk pembuatan mastercard.

Informasi yang diperlihatkan di layar ATM juga dapat berupa gambar dan teks.Informasi tersebut, seperti cara memasukkan kartu ATM ke dalam mesin yang digambarkan dalam bentuk tanda panah. Ketika pengguna sudah memasukkan kartu ATM ke dalam mesin, maka pengguna dapat menemukan informasi gambar dan teksmemasukkan PIN. Saat melakukan transaksi, informasi dalam bentuk gambar dan teksdapat juga ditemui, seperti informasi transaksi dibatalkan, dan penggantian PIN berhasil dilakukan.

Layar ATM BNI ini memiliki latar belakang (background ) berwarna biru denganteks berwarna kuning. Teks pada layar ATM juga dibuat dalam huruf kapital dan dengan ukuran  yang  sudah tepat. Hal ini sangat  memberikan  kenyaman  bagi pengguna ATM  pada saat membaca informasi atau teks yang terdapat di layar ATM.

Posisi dari tombol dan teks pada layar ATM sudah sesuai. Hal tersebut sangat membantu setiap penggunanya untuk mengetahui kegunaan atau fungsi dari setiap tombol yang  ada. Setiap  pengguna  tidak  akan mengalami  kebingungan  dalam  menggunakan tombol yang ada, walaupun menu yang dipakai berbeda– beda. Selain itu, ada juga tombolyang diberikan warna untuk memudahkan pengguna untuk menggunakan mesin,. Contoh tombolnya adalah tombol Cancel yang diberikan warna merah.

Setiap tombol pada mesin sudah dijelaskan kegunaannya dengan cukup baik.Namun, ada satu tombol yang terkadang penggunaannya tidak konsisten, yaitu tombol Cancel. Tombol Cancel adalah tombol pembatalan dari suatu transaksi yang tidak ingin atau tidak jadi dilakukan. Biasanya, jika tombol ini ditekan, maka kartu ATM akandikeluarkan dari mesin. Namun, kenyataannya tidak selalu begitu, karena terkadang ketikatombol ditekan, layar ATM akan menampilkan menu utama. Kejadian tersebut tejadiketika proses dari pembayaran cepat dibatalkan (tombol Cancel ditekan).

Halaman awal yang akan ditampilkan pada layar ATM (setelah penggunamemasukkan PIN) adalah layar penarikan tunai. Hal ini di karenakan ATM lebih sering di gunakan sebagai alat penarikan uang tunai bagi para penggunanya. Selain penarikan tunai, pada layar tersebut juga ada link ke menu lain (menu utama) dan ke menu registrasi e-channel. Skema dari layar awal, menu utama dan menu registrasi e-channel dapat di lihat pada gambar 3.3

PILIH TRANSAKSI YANG

ANDA INGINKAN

TEKAN CANCEL UNTUK

GANTI PIN                            PENARIKAN

TUNAI

TRANSFER                           INFORMASI

PEMBAYARAN                   SALDO

MENU

SEBELUMNYA

MENU PENARIKAN CEPAT

SILAHKAN PILIH JUMLAH PENARIKAN

(PILIH”MENU LAIN”JIKA INGIN CETAK

RECEIPT

300.000                                                   500.000

1.000.000                                               1.200.000

REGISTRASI                         PENARIKAN

E-CHANNEL                         JUMLAH LAIN

MENU LAIN


                                   

(a)                                                              (b)

SILAHKAN PILIH

BNI E-CHANNEL YANG

AKAN DI DAFTARKAN/REGISTRASI

TEKAN CANCEL UNTUK PEMBATALAN

BNI                                                         BNI

MOBILE                             SMS BANKING

BNI

PHONEPLUS

BNI

INTERNET BANKING

MENU

SEBELUMNYA

                                                                                    ( c )

Gambar 3.3  (a) Menu Awal.. (b) Menu Utama ; dan (c ) Menu Registrasi e-channel

3.1.2 Kehandalan (Reliability)

ATM BNI ini memberikan layanan yang beragam, seperti transfer antar rekening,pembayaran listrik, telepon atau handphone, pembayaran kartu kredit, internet, dll.Transfer dan pembayaran yang dilakukan dari ATM ini tidak dapat dilakukan terhadapsemua pihak, misalnya saja transfer uang ke bank lain. Transfer uang hanya dapatdilakukan kepada bank yang sudah bekerja sama dengan bank BNI, sehingga bank tersebutmemiliki kode sendiri. Contoh dari bank tersebut adalah Bank Buana (023), Bank DKI(111), Bank Panin (019), Bank BRI (002), dll.

Menu atau aplikasi yang terdapat pada ATM sudah dipergunakan sesuai denganfungsinya dan dibuat secara terstruktur. Pada ATM BNI ada terdapat 5 menu utama dan 1menu tambahan. Lima menu utamanya adalah yaitu ganti PIN, transfer, pembayaran,penarikan tunai, dan informasi saldo. Sedangkan menu tambahannya adalah registrasi e-channel. Menu –  menu tersebut masih memiliki sub – sub menu di dalamnya.

Menu registrasi e-channel yang terdapat pada ATM ni dipergunakan oleh pengguna untuk mengaktifasi aplikasi yang akan dipergunakan pada media lain. Dalam menu ini ada4 sub menu, yaitu BNI Mobile, BNI SMS Banking, BNI Phoneplus, dan BNI Internet  Banking. Setiap sub menu akan disertai pernyataan legal aktifasi sebanyak 4 point,sebelum proses aktifasi dilakukan. Aktifasi ini digunakan untuk mempermudah penggunadalam bertransaksi. Transaksi dapat dilakukan pengguna tanpa harus datang ke msin ATMatau ke bank,misalnya melalui handphone.

Pembuatan menu – menu yang terstruktur sangat mempermudah pengguna untuk menggunakan ATM. Hanya dengan membaca teks yang ditampilkan pada layar, penggunadapat melakukan transaksi dengan mudah. Pengguna juga tidak akan mengalami kesulitanuntuk menemukan transaksi yang ingin dilakukannya atau aplikasi yang dibutuhkan.

Kecepatan akses yang dimiliki oleh ATM BNI sudah cukup cepat, hanya dalamsatuan detik saja. Untuk proses pergantian PIN misalnya, waktu yang diperlukan untuk memasukkan PIN baru sampai PIN berhasil dirubah adalah 10 detik. Waktu untuk pengecekan saldo hanya 2 detik. Hal ini sudah pasti sangat memberikan kepuasaan untuk setiap penggunanya.

Selain layanan yang beragam, menu yang dibuat terstruktur dan mudah dalampengoperasiannya, kecepatan akses yang cepat. ATM BNI ini memberikan layanan 24 jam dan kartunya dapat dipergunakan sebagai debet card (kartu belanja). ATM ini juga menyediakan self-documentation bagi para penggunanya berupa selembar kertas. Kertastersebut dapat berisi jumlah saldo terakhir, besar transaksi yang dilakukan, atau informasinomor record ketika pengguna berhasil mengganti PIN-nya.

3.1.3 Daya Tanggap ( Responsiveness)

Setiap layanan yang terdapat di dalam ATM BNI ini sudah dapat berjalan sesuai dengan fungsinya. Contohnya layanan pembayaran yang dikelompokkan ke dalam 15 jenis layanan. Semua layanan tersebut semuanya berkaitan dengan pembayaran, tidak ada ditemukan layanan lain di dalamnya. Hal ini juga berlaku untuk layanan lain yang disediakan oleh ATM ini.

Pengguna yang ingin menggunakan ATM ini sudah diarahkan dengan baik mulaidari awal sampai pengguna tersebut berhasil melakukan transaksi yang diinginkannya.Pengguna tidak akan mengalami kebingungan pada saat mempergunakan mesin ini untuk menyelesaikan permasalahan yang dimilikinya.

Setiap transaksi yang dilakukan pengguna pada ATM ini tidak memerlukan waktuyang lama. Waktunya masih di dalam hitungan detik saja. Setiap layanan pada ATM jugasudah direspon dengan baik atau dengan kata lain mesin ATM BNI ini juga komunikatif dengan pelanggannya. Contohnya adalah mesin ini akan bertanya apakah pelanggan ingin mencetak receipt pada akhir transaksi atau tidak. Pada akhir transaksi, mesin ini juga akanbertanya apakah pelanggan masih memerlukan transaksi lain atau tidak.

Mesin ATM ini juga memiliki peringatan (warning), ketika si pengguna ATM tidak melakukan aktivitas terhadap mesin dalam waktu 30 detik. Peringatan tersebut akandiiringi dengan bunyi alarm yang akan berhenti, jika pengguna menjawab pertanyaan yangditampilkan di layar. Pertanyaannya adalah apakah si pengguna memerlukan tambahan waktu atau tidak. Jika pilihannya „tidak‟, maka kartu ATM otomatis akan dikeluarkan darimesin. Namun, jika memilih jawaban „ya‟, maka layar akan menampilkan menu yabgterakhir dipergunakan oleh pengguna.

Jika pengguna melakukan pembatalan transaksi dengan menekan tombol Cancelpada mesin ATM, maka kartu akan otomatis dikeluarkan tanpa meminta izin dari sipengguna. Pada layarnya akan ada ditampilkan informasi berupa gambar dan teks secaraotomatis. Pernyataan dari informasi tersebut adalah transaksi dibatalkan harap ambil kartuAnda.

Setiap kali pengguna melakukan transaksi di mesin ATM, pada layar ATM akan ditampilkan pernyataan secara otomatis. Pertanyaan tersebut berisi tulisan „harap tunggu‟ yang disertai dengan iklan promosi berupa teks (gambar 2.5). Pernyataan ini akan hilangdengan sendirinya, ketika proses transaksi si pengguna sudah berhasil dilakukan oleh mesin.

3.1.4 Kepastian (Assurance)

ATM BNI ini hanya akan melayani pelanggan yang memiliki kartu ATM BNI dan memasukkan nomor PIN dengan benar. Jika pelanggan tidak berhasil memasukkan nomor PIN-nya, maka mesin akan memberikan peringatan dan menu layanan tidak akan ditampilkan ke layar. Kesempatan yang diberikan untuk memasukkan nomor PIN adasebanyak 3 kali. Lebih dari 3 kali, maka kartu ATM otomatis akan terblokir. Selain itu,mesin ATM ini juga dilengkapi dengan CCTV dan penutup tombol – tombol angka. Haltersebut menambahkan perasaan aman bagi para penggunanya.

Setiap pengguna melakukan transaksi pembayaran, maka saldo mereka akanberkurang sesuai dengan besar transaksi yang dilakukan. Perhitungan yang dilakukansecara tepat atau akurat. Saldo dari si pengguna tidak akan berubah dengan sendirinya, jikasi pengguna tidak melakukan transaksi dan pihak bank belum memberikan bunga ataupotongan pajak. Dengan kata lain, transaksi yang dilakukan dengan mesin ATM BNI iniakan menghasilkan nominal atau hasil yang sama dengan transaksi yang dilakukanlangsung di bank BNI-nya.

3.1.5 Kepedulian (Emphaty)

Mesin ATM BNI ini sudah memperdulikan kepentingan penggunanya. Pada layarmesin ada ditampilkan nomor telepon BNI, jika si pengguna mengalami kesulitan danmembutuhkan informasi yang lebih lengkap. Pada saat selesai melakukan transaksi, mesinakan terus berbunyi selama kartu ATM belum ditarik atau diambil. Hal ini dilakukansupaya si pengguna tidak lupa untuk mengambil kartu ATM-nya.

Selain itu, peringatan juga ada dibuat berupa tulisan yang ditempelkan pada mesinATM. Tulisan tersebut digunakan sebagai pengingat untuk penggunanya untuk selaluwaspada dalam menggunakan mesin ATM BNI. Pada tulisan itu juga dicantumkan nomoryang bisa dihubungi, jika pelanggan mengalami kesulitan.

ATM BNI ini dibuat dalam satu ruangan dengan 2 mesin ATM dari bank lain. Halini terkadang membuat penggunanya kurang merasa nyaman terutama dari efisiensi waktu,karena antrian dari pengguna ketiga mesi ATM tersebut dibuat hanya satu antrian. Jika antrian tidak panjang, maka kondisi tersebut tidak memiliki masalah. Namun, jika antrianpanjang, pengguna ATM BNI harus ikut mengantri atau harus bertanya kepada penggunalain, apakah mereka menggunakan ATM BNI atau tidak.

 

3.2 Perhitungan Analisis Kualitas Laayanan ATM BNI

Perhitungan analisis kualitas pelayanan yang diberikan terhadap ATM BNI inidikelompokkan ke dalam 7 faktor. Nilai dari ketujuh faktor tersebut akan ditampilkan dalam table ini:

Table 3.1 Hasil Analisis dari kualitas Layanan ATM BNI

No

Faktor  Analisis

Bobot

Nilai Max

Kategori

Bobot Nilai (0-1)

Nilai

(1-10)

Nilai Total

1

correctness

20%

Complete

Consistency

Traceability

0,9

0,6

0,5

9

9

10

18,5%

2

Useability

20%

Comminocativeness

operability

training

0,5

0,7

0,8

10

10

9

19,2%

3

Integrity

15%

Access control

1

10

15%

4

Testability

15%

Simpilicity

modularity

instrumentation

self-documentation

0,5

0,3

0,3

0,4

9

10

10

10

14,5%

5

reliability

10%

accuracy

error tolerance

consistency

simplicity

0,4

0,3

0,1

0,2

10

10

9

10

9,9%

6

Efficiency

10%

Execution efficiently

Storage efficiently

0,5

0,5

10

10

10%

7

Reusability

10%

 1

1

10

10%

Jumlah

100%

97,4%

Keteragan table:

  • Complete: Nilai yang diberikan terhadap ATM BNI ini adalah 9. ATMini sudah memberikan layanan yang lengkap, seperti pengecekan saldo,transfer, berbagai bentuk pembayaran, dan pinjaman, dll.
  • Consistency : Nilai yang diberikan terhadap ATM BNI ini adalah 9. ATMini sudah konsisten dari segi tampilan dan menunya, serta bahasa yangdipergunakan juga mudah dimengerti oleh setiap penggunanya.
  • Traceability : Nilai yang diberikan terhadap ATM BNI ini adalah 10.ATM ini memiliki menu –

menu yang disusun secara terstruktur dan jelaskegunaan dari setiap menu. Hal ini sangat mempermudah pengguna untuk melakukan transaksi sesuai kebutuhannya, tanpa mengalami kebingungandan kesulitan.

2. Faktor Useability Dari ATM BNI

v  Communicativeness : Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 10.ATM BNI ini merupakan suatu mesin yang komunikatif denganpelanggannya. Mesin ini memberikan pertanyaan yang harus dijawab sipengguna dengan menekan tombol yang diberikan teks oleh mesin. Dengankata lain, si pengguna merasa seolah – olah berhadapan dengan bendahidup. Pertanyaan yang diajukan, misalnya: “Perlu Transaksi Lain?”, “PerluTambahan Waktu?”

v  Operability: Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 10. ATMBNI ini sudah menyediakan menu – menu yang kegunaannya  sudah dapat diketahui dan dimengerti oleh si pengguna. Tidak ada menu layanan yangdisediakan memiliki fungsi yang ambigu atau membingungkan pengguna.Hal tersebut membuat pengoperasian transaksi yang dibutuhkan olehpengguna dapat dilakukan dengan mudah, walaupun hanya denganmembaca teks atau petunjuk yang ada di layar

v  Training : Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 9. Setiappengguna dapat mempergunakan ATM BNI, sekalipun pengguna itu belumpernah menggunakan ATM. Mesin ini sudah memberikan informasibagaimana cara memasukkan kartu ATM ke mesin. Instruksi – instruksiyang disediakan pada layar dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna.34

3.Faktor IntegrityDari ATM BNI

  • Access Control : Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 10.Samadengan ATM yang lain, pengguna ATM BNI ini dapat mengontrol aksespenggunaan kartu ATM-nya dengan menggunakan PIN. PIN tersebut dapatdiganti oleh pengguna setiap kali bertransaksi, sesuai keinginannya.Gambar 3.11 Tampilan Layar Masukk PIN

4.Faktor Testability Dari ATM BNI

v  Simplicity: Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 9.Menu layanan yang ditampilkan pada layar ATM sudah dibuat dengansangat jelas dan baik. Pengguna dapat dengan mudah menemukan transaksiyang diinginkan dengan membaca teks yang ditampilkan di layar mesin.Misalnya: pengguna ingin membayar pajak. Pengguna menekan tombolpembayaran, kemudian menekan tombol pajak dan PBB. Terakhir penggunamemasukkan nomor objek pajaknya dan memilih jenis rekening untuk pembayaran (dari rekening giro, rekening tabungan, atau kartu kredit).

v   Modularity : Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah10. Menu layanan utama yang diberikan oleh ATM BNI ada lima buah danditambah menu registrasi e-channel. Dari keenam menu itu, tidak ada menuyang memiliki funsi yang membingungkan pengguna. Karena sub-sub menuyang ada pada setiap menu, memiliki tujuan yang sama dengan menuutama. Misalnya Pembayaran, sub menu-nya adalah kartu kredit,telepon/hp, dll

v  Instrumentation : Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah10. ATM BNI ini akan melayani pengguna yang sudah memasukkan PIN-nya dengan benar. Jika PIN tidak benar, maka inforamsi kesalahan akanditampilkan ke layar. Selain itu, jika pengguna salah memasukkan nomorpembayaran,misalnya salah memasukkan kode PAM pada saat pembayaranair (PDAM), informasi kesalahan juga akan ditampilkan. Informasikesalahan juga ditampilkan,jika pengguna salah memasukkan nilai matauang, misalnya pada sub menu ZIS/Qurban. Pada sub menu itu, nominaluang yang dimasukkan minimun Rp. 5000.

v  Self-documentation : Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah10. ATM BNI ini memberikan self-documentation kepada penggunanyadalam bentuk selembar kertas berwarna putih. Kertas ini dapat diperolehsetiap kali pengguna melakukan transaksi penarikan tunai, pembaayaran,dan ganti PIN.

5. Faktor Reliability Dari ATM BNI

  • Accuracy : Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 10.Ketepatan perhitungan saldo dari ATM BNI sudah akurat. Jika penggunamelakukan transaksi penarikan atau pembayaran melalui ATM, maka saldosi pengguna akan dipotong sebesar transaksi yang dilakukannya. Dengankata lain, transaksi yang dilakukan pada ATM akan memiliki hasil yang s ama dengan transaksi yang dilakukan di BNI langsung.
  •  Error Tolerance : Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 10. Jikapengguna salah memasukkan nomor PIN-nya, maka mesin akanmemberikan kesempatan sebanyak 3 kali untuk mencobanya. Lebih darikesempatan yang diberikan, kartu ATM pengguna akan terblokir secaralangsung. Pada saat melakukan transaksi transfer, di akhir prosestransaksinya, pengguna akan diberikan kesempatan mengecek sekali lagidata yang sudah dimasukkan sebelum melakukan transfer.
  • Consistency : Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 9. MesinATM BNI ini sudah konsisten dari segi penyediaan uang, tampilan danmenu layanan yang disediakan. Hanya saja efisiesi waktu terkadang adasedikit masalah, jika antrian pengguna panjang di lokasi ini. Hal inidikarenakan ATM ini ditempatkan sau ruang dengan 2 ATM dari bank lain,sehingga antrian pengguna untuk ketiga ATM tersebut harus satu antrian.
  • Simplicity : Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 10. Menulayanan yang terdapat di dalam ATM ini sudah mudah digunakan olehpenggunanya. Hal ini menu dibuat dengan bahasa baku dan terstruktur.

6.Faktor EfficiencyDari ATM BNI

v  Execution Efficiently : Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 10.Waktu yang diperlukan oleh setiap proses transaksi yang dimiliki oleh ATMBNI ini sangat cepat. Hal ini dikarenakan waktu proses dari setiap transaksi secara keseluruhan, hanya terhitung dalam satuan detik saja. Misalnya,waktu yang diperlukan untuk informasi saldo adalah 2 detik. Waktu untuk merubah PIN pengguna adalah 10 detik.

v  Storage Efficiently : Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 9.ATM BNI ini selalu mempersiapkan penyediaan uang di dalam ATM.Sebelum uang di dalam ATM habis, petugas banknya sudah mengisinyakembali. Hal ini membuat pengguna tidak merasakan kekecewaan, ketikapengguna ingin melakukan transaksi di ATM ini.

7. Faktor  Reusability Dari ATM BNI

Nilai yang diberikan kepada ATM BNI ini adalah 10. ATM BNI ini memiliki menuregistrasi e-channel. Menu menyediakan 4 submenu, yaitu BNI mobile, BNI SMSBanking, BNO Phoneplus, dan BNI Internet Banking. Dengan adanya menu ini,pengguna dapat melakukan transaksi melalui media lain, misalnya handphone,internet. Menu ini digunakan untuk mendaftarkan pengguna atau mengaktifasikanaplikasi-aplikasi tersebut.

3.         PENUTUP       

3.1       KESIMPULAN DAN SARAN

Analisis perbandingan kualitas dari kedua ATM (ATM BCA, BNI)  memberikan kesimpulan, bahwa ATM yang paling berkualitas dan memberikan kepuasaan yang sangat baik bagi pengguna (konsumen) adalah ATM BNI. Perbandingan kualitas kedua ATM ini akan terlihat lebih jelas dari nilai yang diperoleh masing – masing ATM untuk setiap faktor kualitas ATM . Hal ini dilakukan agar perbandingan  kualitas dari kedua ATM dapat terlihat jelas dan lebih mempermudah kita melihat perbandingannya.

Dapat dilihat dari hasil perbandingan kualitas kedua ATM dari faktor correctness. Untuk kategori complete , ATM BCA mendapatkan nilai terbaik dan ATMBSM untuk nilai terburuk. Untuk kategori consistency, ATM BNI yang mendapatkan nilai terbaik. Dan  ATM BCA yang mendapatkan nilai terkecil. Namun, jika dilihat darinilai keseluruhannya, maka ATM BNI memiliki kualitas terbaik untuk faktor ini. ATM BNI mendapatkan nilai 18,8 % dari nilai maksimum (faktor correctness ) 20 %. ATM BCAmendapatkan nilai 17,8 %,. Ketujuh perbandingan hasil analisis kedua jenis ATM memberikan kesimpulan bahwa masing – masing ATM memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan ATM tersebut berdasarkan faktor – faktor yang berbeda pula. Namun, jikadilihat secara keseluruhannya, maka ATM yang memberikan layanan yang terbaik atau memiliki kualitas terbaik adalah ATM  BNI. ATM  BNI memberikan kemudahan bagipenggunnya, memiliki layanan yang lengkap, dan tampilan yang  bagus.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Hatuti Rostyaningsih dan Aris Budi Setiawan, Analisis Terhadap Pemilihan JasaAnjungan Tunai Mandiri ( Studi Perilaku Konsumen Pada SMA Di KecamatanGambir Jakarta Pusat), Gunadarama (http://haryramadhon.files.wordpress.com/2008/05/jurnal-pemilihan-atm.doc
  2. http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/konsep_pengoprasian_anjungan_tunai_mandiri/e.BabII_Pengenalan_Automated_Teller_machine.pdf  
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Automated_teller_machine
  4.  http://lintang.staff.gunadarma.ac.id 
  5. http://vclass.gunadarma.ac.id/file.php/1818/SOFTWARE_QUALITY_ASSURANCE_SQA_.ppt 
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 12, 2012 in categorized